VALLETTA, MALTA — Pengusaha Malta Yorgen Fenech, 44 tahun, untuk pertama kalinya membuka suara mengenai dakwaan pembunuhan jurnalis investigatif Daphne Caruana Galizia di hadapan majelis juri. Setelah tujuh tahun ditahan tanpa kesempatan menjelaskan isi dakwaannya secara langsung di ruang sidang, Fenech menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan pembunuuan tersebut.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama empat hari berturut-turut, Fenech yang diperiksa bergantian oleh tim kuasa hukum pembela dan jaksa penuntut umum itu justru melancarkan tuduhan balik. Ia mengklaim telah difitnah oleh polisi dan menyebut seorang pejabat paling senior di lingkaran penasihat perdana menteri Malta sebagai pihak yang memberi lampu hijau bagi pembunuhan sang jurnalis.
Kronologi Tragedi yang Mengguncang Eropa
Pembunuhan Daphne Caruana Galizia menjadi salah satu tragedi pers paling kelam di Eropa modern. Rangkaian kejadiannya dapat ditelusuri sebagai berikut:
- Oktober 2017 — Daphne Caruana Galizia tewas akibat ledakan bom mobil di dekat kediamannya di Bidnija, Malta. Jurnalis tersebut dikenal karena peliputan investigasi tajam soal korupsi yang mengguncang elite politik negara kepulauan itu.
- Desember 2019 — Tiga bersaudara Degiorgio, para pelaku lapangan, ditangkap dan kemudian divonis bersalah atas pembunuhan tersebut.
- November 2019 — Yorgen Fenech ditahan saat berada di atas kapal pesarnya dan langsung menjadi tersangka utama sebagai dalang, membuka babak baru skandal yang memaksa mundurnya sejumlah pejabat tinggi.
- Tujuh tahun berikutnya — Fenech menunggu proses hukum tanpa pernah menyampaikan pembelaan resmi di ruang sidang mengenai dakwaan yang dilemparkan kepadanya.
- Agustus 2026 — Sidang pengadilan dengan majelis juri dimulai, dan Fenech akhirnya berbicara secara gamblang untuk pertama kalinya.
Pengakuan Di Balik Pemeriksaan Empat Hari
"Saya tidak punya hubungan apa pun dengan pembunuhan ini," ujar Fenech kepada majelis juri, seperti dikutip pemberitaan media internasional.
Pernyataan itu disampaikan setelah ia menjalani interogasi panjang dari dua arah sekaligus, baik dari pembela maupun penuntutan. Sumber pemeriksaan yang begitu intensif menunjukkan betapa besar taruhan dalam perkara ini, mengingat kasus tersebut telah menjadi simbol perjuangan kebebasan pers sekaligus ujian integritas lembaga peradilan Malta.
Fenech juga menuduh aparat kepolisian telah mengatur panggung agar ia tampak bersalah. Menurutnya, ada upaya sistematis untuk menjadikan dirinya kambing hitam dalam salah satu kasus pembunuhan paling sensasional dalam sejarah Malta modern.
Tudingan terhadap Pejabat Senior Istana Perdana Menteri
Bagian paling menggemparkan dari pembelaan Fenech adalah tuduhannya terhadap penasihat paling senior mantan perdana menteri Malta. Ia menegaskan bahwa pejabat itulah yang memberikan restu atau "go-ahead" atas rencana pembunuhan Caruana Galizia.
- Fenech menyebut dirinya hanya terjebak dalam jaringan yang dirancang orang lain.
- Tudingan ini menyentuh lingkaran dalam kekuasaan tertinggi negara pada masa kejadian.
- Nama-nama pejabat istana kembali terseret ke sorotan publik lebih dari delapan tahun setelah ledakan bom di Bidnija.
Ujian Bagi Kebebasan Pers dan Peradilan Malta
Kasus Caruana Galizia telah lama menjadi tolok ukur komitmen Malta terhadap supremasi hukum. Organisasi pers internasional terus memantau jalannya sidang, menilai bahwa kebenaran di balik pembunuhan sang jurnalis belum sepenuhnya terungkap. Vonis atas Fenech akan menentukan apakah janji keadilan yang digemakan pemerintah Malta benar-benar terwujud, ataukah pertanyaan tentang siapa dalang sesungguhnya akan tetap menghantui.
Hingga kabar ini diturunkan, majelis juri masih mendengar rangkaian keterangan saksi. Nasib hukum Fenech kini berada di tangan dua belas warga biasa yang harus memilah mana fitnah dan mana fakta dari dua narasi yang saling bertabrakan di ruang sidang.
[SOCIAL_TWEET]: Setelah 7 tahun diam, Yorgen Fenech akhirnya bicara di ruang sidang: ia mengaku tak bersalah dan menyebut pejabat senior istana PM Malta sebagai otak pembunuhan Daphne Caruana Galizia. #Malta #KebebasanPers[SOCIAL_TG]: 🔴 MALTA — Terdakwa pembunuhan Daphne Caruana Galizia klaim difitnah! Yorgen Fenech menuduh penasihat top mantan PM memberi lampu hijau pembunuhan. Detail lengkap di artikel.
Comments (0)