Aroma laut bercampur dengan bau kayu basah dari reruntuhan rumah-rumah yang roboh. Di sebuah posko pengungsian di pesisir Nusa Tenggara Timur, sosok lanjut usia itu berdiri mematung di tengah barisan tenda darurat. Matanya menyapu wajah-wajah lelah para penyintas—ibu-ibu menggendong balita, laki-laki tua mencari sisa hartanya di tumpukan puing. Tak sempat ia menyeka, air mata jatuh membasahi pipinya. Mantan Menteri Keuangan RI Frans Seda menangis saat melihat langsung penderitaan korban gempa dan tsunami yang melanda Nusa Tenggara Timur.
Momen Haru di Tengah Puing
Saksian di lokasi menggambarkan suasana mencekam namun penuh kehangatan. Frans Seda tiba sebagai relawan biasa, tanpa iring-iringan protokoler, hanya membawa logistik dan kepedulian. Ia ikut menyalurkan bantuan, menyapa pengungsi satu per satu, dan mendengarkan kisah-kisah penyintas yang nyaris tak tertular kata.
"Saya tidak kuat melihat mereka. Rumah hilang, keluarga terpisah, tapi mereka masih bisa tersenyum dan mengucap syukur. Ini yang membuat saya menangis," ujar Frans Seda dalam kesempatan merelakan dirinya diliput di lokasi.
Kedalaman empati yang ditunjukkan sang mantan pejabat tinggi negara itu langsung menyebar luas di media sosial. Warga netizen memuji kerendahan hatinya, sementara sejumlah tokoh masyarakat menilai momen tersebut menjadi simbol bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kepekaan terhadap rakyat kecil.
Mengenang Luka Lama Flores
Bencana ini membangkitkan kenangan pahit bagi NTT. Wilayah Flores sempat diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 pada 12 Desember 1992, yang memicu tsunami dan menewaskan sekitar 2.000 jiwa. Jejak kehancuran saat itu masih melekat kuat dalam ingatan warga, sehingga setiap guncangan baru selalu membangkitkan trauma kolektif.
Kehadiran Frans Seda—putra daerah Flores yang pernah menduduki kursi paling strategis di Kementerian Keuangan—terasa lebih bermakna bagi warga. Ia bukan sekadar tamu kehormatan, melainkan anak daerah yang kembali pulang menopang saudaranya sendiri.
| Aspek | Gempa Flores 1992 | Bencana Terkini |
|---|---|---|
| Korban jiwa | Sekitar 2.000 orang | Masih terus dievaluasi |
| Dampak utama | Tsunami pesisir | Gempa disertai gelombang tsunami |
| Pengungsian | Ratusan ribu terdampak | Ribuan warga di posko darurat |
Tantangan Pemulihan di NTT
Jalan menuju pemulihan tidaklah mudah. Keterbatasan infrastruktur di wilayah timur Indonesia menjadi catatan klasik yang terus berulang setiap bencana datang. Para relawan mengaku distribusi bantuan ke titik-titik terpencil masih terkendala jalan yang putus dan keterbatasan alat berat.
- Logistik: kebutuhan makanan matang, air bersih, dan obat-obatan masih jauh dari cukup.
- Pengungsian: ribuan jiwa bertahan di tenda dengan sanitasi terbatas.
- Pendidikan: puluhan sekolah terganggu aktivitasnya karena rusak atau dialihfungsikan.
"Yang kami butuhkan bukan hanya sumbangan sesaat, tetapi komitmen pemulihan jangka panjang. Anak-anak harus segera kembali belajar, warga harus punya tempat tinggal lagi," ungkap seorang koordinator relawan di posko.
Keteladanan dari Seorang Negarawan
Frasa yang kerap dilempar warga di posko adalah "bapak yang turun ke bawah". Bagi banyak pihak, tangisan Frans Seda bukan tanda kelemahan, melainkan bukti ketulusan. Dalam ekosistem politik yang sering identik dengan jarak antara elite dan rakyat, gestur sederhana ini menjadi penyejuk sekaligus cermin.
Sejumlah pengamat menilai, kolaborasi antara negara, filantropi, dan relawan seperti ini patut dijadikan model penanggulangan bencana di kawasan rawan gempa dan tsunami. NTT berada di jalur cincin api aktif, sehingga kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Di bawah langit senja Nusa Tenggara, api unggun di posko mulai dinyalakan. Frans Seda kembali berkeliling, menggenggam tangan para lansia, dan bersiap melewati malam bersama para pengungsi. Tangisan sore tadi telah menjelma menjadi semangat kolektif: bahwa tak ada penyinta yang ditinggalkan sendirian.
[SOCIAL_TWEET]: Mantan Menkeu Frans Seda menangis melihat penderitaan korban gempa & tsunami NTT. Putra Flores ini turun langsung jadi relawan. Simak kisahnya di Terdepan.id #GempaNTT #FransSeda[SOCIAL_TG]: 📢 MANTAN MENKEU MENANGIS DI POSKO — Frans Seda hadir sebagai relawan bencana gempa-tsunami NTT dan meledak dalam tangisan melihat penderitaan warga. Detail kisahnya hanya di Terdepan.id.
Comments (0)