Sebuah unggahan video yang menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah membagikan bantuan dana mendadak viral di Facebook. Video itu memicu gelombang komentar warganet yang percaya maupun skeptis. Tim redaksi Terdepan.id menelusuri klaim tersebut.
Kemunculan Video dan Reaksi Pertama
Video pertama kali terdeteksi diunggah oleh akun anonim pada Kamis (27/3/2026). Dalam rekaman itu, Wapres Gibran tampak berbicara kepada kamera dengan gestur khasnya seraya menyebut nominal bantuan puluhan juta rupiah.
- 27 Maret 2026 pukul 14.00 WIB – Akun "InfoBantuanRI" mengunggah video berdurasi 1 menit 22 detik ke grup publik.
- Pukul 15.00 WIB – Video telah disaksikan 12.400 kali dan dibagikan ke 87 grup.
- Pukul 16.30 WIB – Kolom komentar diisi 468 tanggapan, 65% menanyakan "cara daftar".
Detil Klip yang Mencurigakan
Saat diperiksa secara frame-by-frame, ditemukan kejanggalan. Gerakan bibir Wapres tidak selaras dengan suara. Warna kulit wajahnya mengalami distorsi halus di sekitar rahang—ciri khas hasil suntingan deepfake AI.
Klip itu juga menyertakan watermark logo Sekretariat Wakil Presiden yang sudah usang. Sekretariat Wapres telah mengganti logo tersebut sejak Januari 2026.
Pernyataan Resmi Istana
Juru Bicara Wapres, Bima Eka Sakti, menegaskan bahwa video tersebut palsu.
- Pukul 17.10 WIB – Setwapres merilis siaran pers resmi.
- ''beliau tidak pernah merekam video pembagian dana individu. Ini adalah konten hasil manipulasi yang menyesatkan,'' tegas Bima.
- Setwapres mengimbau publik hanya mengakses informasi dari kanal resmi.
Pelacakan Sumber dan Motif
Tim Siber Terdepan.id menelusuri akun pengunggah. "InfoBantuanRI" adalah akun baru yang dibuat tiga hari sebelum unggahan, hanya memiliki satu foto profil—logo Kementerian Sosial tiruan. Pola ini identik dengan modus clickbait phising.
Pelaku biasanya menyematkan tautan pendaftaran palsu untuk mengumpulkan data pribadi korban. Dalam unggahan ini, tautan disematkan di komentar oleh akun boneka lain.
Konfirmasi ke Kementerian Komunikasi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Deputi Bidang Informasi Publik mengonfirmasi video tersebut terindikasi AI-generated content.
- Hasil pemindaian sensor Hive Moderation menunjukkan probabilitas deepfake 97,8%.
- Komdigi meminta platform media sosial segera menandai (label flag) unggahan sebagai misinformation.
- Pukul 21.00 WIB, video telah di-take down oleh Facebook.
Kesimpulan: Klaim video Wapres Gibran membagikan bantuan dana adalah hoaks kategori fabricated content. Publik diimbau tidak menyebarkan dan segera melaporkan jika menemukan unggahan serupa.
Comments (0)