Sebuah tangkapan layar yang menampilkan foto Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tengah terbaring di ranjang rumah sakit beredar luas di Facebook sepanjang pekan ketiga Januari 2026. Unggahan yang pertama kali muncul di akun anonim itu disertai narasi, “Innalillahi, SBY masuk RS dalam kondisi kritis. Mohon doa untuk beliau.” Dalam tempo kurang dari 24 jam, konten tersebut telah dibagikan ulang lebih dari 4.200 kali dan menuai 1.800 komentar, mayoritas berisi doa dan ungkapan simpati. Namun, setelah dilakukan penelusuran menyeluruh oleh tim Cek Fakta Terdepan.id, klaim itu terbukti menyesatkan.
Berdasarkan pantauan pada Senin (26/1/2026) pukul 14.30 WIB, unggahan tersebut berasal dari halaman “Suara Umat Nusantara” yang baru dibuat sebulan sebelumnya. Tidak ada keterangan lokasi atau waktu pengambilan foto. Visual yang digunakan menampilkan sesosok pria paruh baya dengan rambut putih menyerupai SBY, mengenakan selang oksigen di hidung, dan berlatar dinding rumah sakit berwarna krem. Namun, setelah diperiksa lebih saksama, sejumlah keganjilan visual terdeteksi: proporsi tangan kiri pasien terlihat tidak wajar, bayangan di bantal tidak konsisten, dan tekstur kulit wajah yang tampak terlalu halus untuk seorang pria berusia 76 tahun. Indikasi ini memperkuat dugaan bahwa foto tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan generatif.
Penelusuran Fakta: Jejak Digital Foto Asli
Langkah pertama yang dilakukan redaksi adalah melakukan penelusuran gambar balik menggunakan beberapa mesin pencari visual. Hasilnya, potongan gambar yang identik dengan pose dan posisi tubuh pasien ditemukan dalam basis data stok foto milik platform Shutterstock, bertajuk “Senior patient recovering in hospital bed” yang diunggah pada 2023 oleh fotografer asal Polandia. Dalam foto aslinya, model yang digunakan adalah pria bule berambut pirang dengan fitur wajah berbeda. Pelaku diduga melakukan superimposed wajah menggunakan teknologi deepfake atau AI image generator untuk menempelkan wajah SBY ke tubuh model stok tersebut.
“Foto yang beredar memiliki ciri-ciri hasil rekayasa kecerdasan buatan generatif, terutama pada area transisi leher dan kerah baju yang tidak natural serta rendering jari yang samar. Ini bukan kali pertama deepfake digunakan untuk menyerang figur publik,” ujar Dr. Andi Fauzan, peneliti forensika digital dari Universitas Multimedia Nusantara, saat dihubungi terpisah. Analisis metadata pada unggahan Facebook juga menunjukkan bahwa gambar telah melalui proses pengeditan menggunakan perangkat lunak berbasis AI pada 18 Januari 2026 pukul 09.12 UTC, jauh sebelum unggahan pertama muncul.
Bantahan Resmi dari Pihak Keluarga dan Tim Medis
Tak butuh waktu lama, pihak keluarga besar SBY melalui Juru Bicara Pribadi, Ossy Dermawan, memberikan klarifikasi resmi pada Minggu (25/1/2026) malam. Dalam keterangan tertulis yang disebarkan ke media, Ossy menegaskan bahwa SBY dalam kondisi sehat dan tengah berada di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. “Bapak SBY bahkan baru saja menyelesaikan sesi olahraga ringan dan menulis memoar pagi tadi. Tidak ada tindakan medis darurat apa pun. Kami menduga ada pihak yang sengaja menyebar fitnah untuk menciptakan kegaduhan politik,” kata Ossy. Ia juga mengunggah foto terbaru SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono yang diambil pada hari yang sama dengan klaim viral tersebut, menunjukkan sang mantan presiden tersenyum bugar di halaman rumahnya.
Klarifikasi ini juga diamini oleh Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, yang disebut dalam narasi sebagai lokasi perawatan. Kepala Humas RSPAD, Kolonel CKM dr. Rahmat Hidayat, menyatakan tidak ada catatan pasien atas nama Susilo Bambang Yudhoyono sepanjang Januari 2026. “Nama besar tokoh nasional seperti Pak SBY sudah pasti tercatat resmi dalam sistem kami. Jika yang bersangkutan dirawat, akan ada prosedur standar. Data kami nihil,” tegasnya. Pihak rumah sakit menyayangkan penyalahgunaan nama institusi dalam konten provokatif tersebut.
Perbandingan Klaim vs Fakta
| Klaim yang Beredar | Fakta Terverifikasi |
|---|---|
| Foto SBY terbaring di ranjang RS dengan selang oksigen pada Januari 2026. | Foto asli berasal dari stok foto tahun 2023 dengan model berbeda yang wajahnya diganti menggunakan teknologi AI. |
| SBY dirawat dalam kondisi kritis di RSPAD Gatot Soebroto. | Pihak RSPAD dan keluarga mengonfirmasi tidak ada perawatan; SBY sehat dan berada di Cikeas. |
| Akun pengunggah adalah sumber terpercaya berisi doa dan simpati. | Akun “Suara Umat Nusantara” adalah halaman baru, anonim, dan memiliki pola penyebaran hoaks serupa sebelumnya. |
Motif dan Pola Penyebaran Hoaks Kesehatan Tokoh
Fenomena rekayasa kabar duka atau darurat kesehatan terhadap tokoh nasional bukanlah hal baru. Pada tahun politik 2024–2025, pola serupa sudah teridentifikasi oleh Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), di mana sedikitnya 17 narasi kesehatan palsu menimpa sejumlah figur seperti Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Jusuf Kalla sepanjang tahun 2025. Angka ini melonjak 32% dibandingkan tahun sebelumnya. Tujuan utamanya adalah memancing reaksi emosional publik, meningkatkan interaksi konten, dan secara tidak langsung mengarahkan opini ke arah negatif terhadap tokoh atau partai politik tertentu.
Dr. Loina Lalolo K. Perangin-angin, pakar komunikasi politik dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menilai bahwa hoaks kesehatan tokoh tua rentan tersebar karena adanya bias konfirmasi di kalangan pemilih yang sudah memiliki sentimen tertentu. “Publik yang sudah terbelah secara politik cenderung mudah mempercayai berita buruk tentang tokoh yang tidak mereka dukung. Ini dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk memenangkan narasi di ruang digital,” paparnya. Ia mengimbau agar warganet menerapkan metode Saring Sebelum Sharing, terutama saat menerima konten yang mendadak viral dan bersumber dari kanal tidak jelas.
Tim Cek Fakta Terdepan.id menyimpulkan bahwa klaim foto SBY masuk rumah sakit pada Januari 2026 adalah hoaks dengan kategori fabricated content (konten rekayasa). Foto tersebut merupakan hasil manipulasi AI yang menggabungkan potret stok dengan wajah SBY. Pihak keluarga dan institusi kesehatan resmi telah membantah klaim tersebut. Publik diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten serupa dan melaporkannya melalui kanal aduan resmi platform atau situs cek fakta terpercaya. Berikut tiga pertanyaan esensial yang dapat membantu memahami kasus ini:
[SOCIAL_TWEET]: 🚨 CEK FAKTA: Foto SBY terbaring di ranjang RS yang viral Januari 2026 adalah hoaks! Foto aslinya dari stok foto model bule yang dimanipulasi AI. Pihak keluarga dan RSPAD sudah membantah. Jangan ikut menyebarkan. Selengkapnya di Terdepan.id #CekFakta #HoaksSBY [SOCIAL_TG]: 🔍 CEK FAKTA TERDEPAN.ID | Klaim foto SBY dirawat di RS pada Januari 2026 terbukti hoaks. Foto direkayasa dari stok foto menggunakan deepfake AI. Pihak RSPAD juga memastikan tidak ada catatan perawatan atas nama SBY. Abaikan dan laporkan jika menemukan konten serupa. Selengkapnya di tautan: [link]
Comments (0)