KLUNGKUNG, Terdepan.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung terus mengakselerasi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev). Langkah ini ditandai dengan pemantauan intensif yang dilakukan oleh Tim Monev Kabupaten Klungkung terhadap dua desa yang dijadikan sampel, yakni Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan di wilayah Kecamatan Klungkung.
Evaluasi menyeluruh tersebut difokuskan pada empat bidang utama penyelenggaraan tata kelola desa. Bidang-bidang strategis tersebut mencakup penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan fisik maupun non-fisik, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Berdasarkan hasil kajian di lapangan, kedua desa sampel dinilai telah menunjukkan tata kelola administrasi yang berjalan cukup baik dan terstruktur.
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian positif yang diraih oleh Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan. Kendati demikian, beliau menekankan bahwa keberhasilan administrasi ini tidak boleh berhenti sekadar sebagai pencapaian internal kedua desa tersebut, melainkan harus ditularkan ke kawasan lain di sekitarnya.
“Kinerja administrasi yang positif dari kedua desa sampel ini hendaknya tidak berhenti di sini, tetapi dapat dijadikan percontohan dan direplikasi oleh seluruh desa lainnya di wilayah Kecamatan Klungkung,” tegas Wabup Tjok Surya dalam arahannya saat evaluasi berlangsung.
Analisis Efektivitas Evaluasi dan Tantangan Digitalisasi IKD
Meskipun hasil evaluasi secara umum mencatatkan nilai positif, Pemkab Klungkung mencatat sejumlah hal penting yang memerlukan pembenahan serta penguatan secara berkelanjutan. Salah satu fokus krusial yang diakselerasi adalah percepatan integrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi seluruh lapisan masyarakat desa.
Penerapan IKD menjadi instrumen vital dalam era transformasi digital layanan publik. Wakil Bupati meminta seluruh perangkat desa untuk mengambil peran proaktif, tidak sekadar menunggu warga datang ke kantor desa, melainkan secara aktif melakukan sosialisasi, pendampingan, dan pengawalan perekaman KTP elektronik bagi warga yang telah memenuhi syarat.
Berikut adalah gambaran domain utama yang menjadi tolok ukur dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi desa di Kabupaten Klungkung:
| Domain Evaluasi | Fokus Indikator Penilaian | Status dan Arahan Pemkab |
|---|---|---|
| Pemerintahan Desa | Tertib administrasi dan layanan IKD | Baik, percepatan perekaman IKD digenjot |
| Pelaksanaan Pembangunan | Realisasi anggaran dan fisik desa | Berjalan sesuai rencana kerja tahunan |
| Pembinaan & Pemberdayaan | Pengelolaan sampah dan keterlibatan warga | Mendorong keberlanjutan percontohan |
Integrasi Pengelolaan Sampah dan Kemandirian Desa
Selain digitalisasi administrasi kependudukan, penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat desa menjadi isu tak kalah krusial. Pemkab Klungkung mendorong agar keberhasilan tata kelola administrasi di Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan diimbangi dengan efektivitas pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Proses pembenahan internal desa diharapkan mengikuti tahapan strategis agar replikasi program berjalan optimal di desa-desa lain:
- Sosialisasi Proaktif: Perangkat desa turun langsung mengedukasi warga terkait pentingnya kepemilikan IKD dan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.
- Pendampingan Teknis: Menyediakan sarana registrasi IKD secara kolektif serta fasilitas pengolahan sampah organik dan anorganik desa.
- Replikasi Berkelanjutan: Menjadikan dokumen tata kelola Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan sebagai cetak biru (blueprint) bagi desa tetangga di Kecamatan Klungkung.
Dengan langkah sinergis antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan elemen masyarakat, Pemkab Klungkung optimistis target percepatan digitalisasi kependudukan dan pengelolaan sampah mandiri dapat tercapai secara merata di seluruh wilayah Klungkung.
Comments (0)