Teknologi

NORWEGIA — Peneliti Argentina Ungkap Rahasia Otak Bersama Dua Peraih Nobel

Di lantai empat gedung riset Norwegian University of Science and Technology (NTNU) yang dingin di Trondheim, suasana laboratorium justru terasa hangat dan

NORWEGIA — Peneliti Argentina Ungkap Rahasia Otak Bersama Dua Peraih Nobel

Di lantai empat gedung riset Norwegian University of Science and Technology (NTNU) yang dingin di Trondheim, suasana laboratorium justru terasa hangat dan penuh ketelitian. Peneliti Rajat Saxena dari India dan Michael Schellenberger dari Jerman tampak membelai seekor tikus laboratorium yang mengenakan perangkat khusus berbentuk menyerupai mahkota di kepalanya. Perangkat implan presisi tinggi tersebut terhubung langsung ke monitor, memungkinkan para ilmuwan mengamati dinamika aktivitas impuls saraf hewan tersebut secara real-time.

Pendekatan humanis menjadi fondasi utama eksperimen di laboratorium ini. Peneliti menegaskan bahwa kondisi emosional hewan uji sangat menentukan validitas data ilmiah yang dihasilkan. Tanpa kesejahteraan hewan yang terjaga, rekaman sinyal elektrik otak tidak akan mencerminkan kondisi fisiologis yang akurat.

“Kami memastikan hewan-hewan ini merasa nyaman dan bahagia bersama kami. Dari hewan uji yang mengalami depresi, sangat mustahil untuk mendapatkan volume data saraf yang valid dan berkualitas tinggi sesuai kebutuhan riset,” ujar Michael Schellenberger.

Pernyataan tersebut didukung oleh peneliti asal Italia, Matteo Guardamagna, yang menjelaskan bahwa laboratorium NTNU menerapkan standar etika ketat dengan membatasi jumlah hewan uji serta memberikan perlakuan terbaik sepanjang proses pengamatan ilmiah.

Jejak Rekam Laboratorium Berstandar Nobel

Fasilitas riset modern di lantai atas NTNU ini merupakan pusat dari imperium penelitian neurosains yang dirintis oleh May-Britt Moser dan Edvard Moser. Pasangan ilmuwan tersebut dianugerahi Premio Nobel Medicina pada tahun 2014 atas penemuan monumental mereka mengenai grid cells—sebuah mekanisme biologis yang berfungsi sebagai GPS internal atau sistem pemetaan ruang di dalam otak mamalia.

Sejak meraih penghargaan bergengsi tersebut, laboratorium ini terus berkembang menjadi magnet bagi peneliti bertalenta dari seluruh penjuru dunia. Mereka mendedikasikan studi untuk mengungkap bagaimana sirkuit saraf memproses informasi spasial, memori, serta navigasi kompleks.

Dari Castelar ke Puncak Neurosains Dunia

Satu lantai di bawah ruang eksperimen hewan, terdapat ruang kerja Soledad Gonzalo Cogno, seorang fisikawan dan ilmuwan Saraf asal Castelar, Argentina. Lulusan dari Universidad de Buenos Aires (UBA) dan Instituto Balseiro di Bariloche ini dipercaya memimpin salah satu tim riset paling strategis di institut tersebut.

Gonzalo Cogno bergabung dengan fasilitas riset ini pada tahun 2017 setelah direkrut langsung oleh May-Britt dan Edvard Moser. Kehadirannya membuktikan bahwa kualitas akademik dan kapasitas analitis melintasi batasan latar belakang institusi elit Barat.

“Mereka sama sekali tidak memedulikan fakta bahwa saya tidak berasal dari Oxford atau universitas elit dunia lainnya. Yang menjadi penilaian utama adalah kapasitas ilmiah, intuisi riset, dan dedikasi terhadap pengembangan ilmu neurosains,” tegas Soledad Gonzalo Cogno.

Kini, Gonzalo Cogno telah menetap di Trondheim, menikah dengan sesama warga Argentina, dan dikaruniai seorang putri. Di bawah kepemimpinannya, tim fokus meneliti mekanisme ritme otak dan interaksi antarsaraf yang mengatur navigasi serta memori jangka panjang.

Perbandingan Fokus dan Metode Riset Laboratorium

Dalam menjalankan studinya, laboratorium NTNU memadukan rekayasa teknologi tingkat tinggi dengan pendekatan neurobiologi molekuler:

Komponen Riset Metode & Teknologi Tujuan Analisis
Implan Neuronal Mikro-elektroda presisi tinggi Merekam sinyal elektrik ratusan neuron secara bersamaan.
Observasi Perilaku Monitoring spasial berbasis komputasi Menghubungkan pergerakan fisik dengan pemetaan koordinat otak.
Kesejahteraan Hewan Protokol etika non-stres Menjaga stabilitas fungsi fisiologis dan akurasi data biologis.

Keberhasilan Gonzalo Cogno dan timnya di Norwegia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dan inklusivitas dalam dunia sains modern. Penelitian berkelanjutan ini diharapkan mampu membuka pemahaman baru mengenai gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer yang merusak sistem navigasi dan ingatan manusia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User