Langkah petenis putri asal Tiongkok, Zheng, memang harus terhenti di babak perempat final US Open setelah melewati pertarungan sengit tiga set melawan tunggal putri peringkat dua dunia, Elena Rybakina. Kendati demikian, perjalanannya di arena keramat Flushing Meadows, New York, menandai sebuah titik balik yang sangat signifikan bagi mantan petenis peringkat empat dunia tersebut. Setelah berjuang keras melewati masa pemulihan panjang pasca-operasi siku pada tahun lalu yang sempat merosotkan performanya, Zheng membuktikan bahwa kapasitasnya sebagai pemain elit dunia belum habis.
Penurunan performa akibat cedera panjang sempat melempar posisi Zheng hingga ke peringkat 121 dunia. Kondisi tersebut memaksanya harus merangkak dari babak kualifikasi dan memenangkan tiga pertandingan awal hanya untuk mengamankan tempat di undian utama (main draw). Tekanan mental dan ujian ego yang tidak ringan tersebut justru menjadi kawah candradimuka yang menempa kembali ketajaman permainannya, sekaligus mengembalikan ritme bertanding yang sempat hilang pada awal musim.
Perjalanan Spektakuler dan Pembuktian Mental Juara
Perjalanan Zheng menuju jajaran delapan besar di New York diwarnai oleh aksi pembalikan keadaan yang sangat dramatis. Salah satu momen paling monumental terjadi ketika ia berhadapan dengan mantan juara Australian Open, Madison Keys. Dalam laga tersebut, Zheng sempat tertinggal jauh 0-5 pada set penentuan (set ketiga) dan berada di ujung tanduk. Namun, dengan ketenangan dan ketangguhan mental luar biasa, ia berhasil menyelamatkan match point dan merebut tujuh gim berturut-turut untuk mengunci kemenangan spektakuler 1-6, 7-6 (7/3), 7-5.
Tidak berhenti di situ, kejutan besar kembali dihadirkan Zheng pada babak berikutnya. Ia tampil tanpa cela saat menumbangkan pemilik enam gelar Grand Slam, Iga Swiatek, lewat kemenangan dua set langsung 7-5, 6-3. Pada laga tersebut, Zheng kembali mencatatkan performa impresif dengan memenangi tujuh gim secara beruntun di set pertama, menyegel dominasinya atas petenis papan atas dunia tersebut.
| Babak | Lawan | Skor Akhir | Catatan Performa Kunci |
|---|---|---|---|
| Putaran IV | Madison Keys | 1-6, 7-6 (7/3), 7-5 | Bangkit dari 0-5 di set ke-3 & selamatkan match point |
| Putaran V | Iga Swiatek | 7-5, 6-3 | Menang 7 gim beruntun & tumbangkan juara Grand Slam |
| Perempat Final | Elena Rybakina | Kalah (3 Set) | Pertarungan fisik intensif melawan peringkat 2 dunia |
Evaluasi Diri dan Menatap Tur Asia dengan Optimisme
Meskipun harus mengakui keunggulan Rybakina dalam laga perempat final yang menguras fisik, Zheng tetap memetik banyak pelajaran positif. Ia menyadari masih ada beberapa keputusan di momen-momen krusial yang belum dieksekusi dengan sempurna, namun kebangkitan permainannya menjadi modal berharga untuk mengarungi sisa musim kompetisi.
"Saya pikir tenis selalu memberi saya pelajaran bahwa selama pertandingan belum selesai, Anda harus terus berjuang. Hal kedua adalah saya merasa masih banyak potensi dalam diri saya yang bisa ditingkatkan," tegas Zheng dengan nada optimis.
Hasil manis di US Open diproyeksikan bakal mendongkrak peringkat Zheng secara drastis, memotong jarak dari posisi 121 melesat masuk ke jajaran top 60 dunia. Lonjakan peringkat ini datang di waktu yang sangat tepat, tepat sebelum dimulainya tur WTA kawasan Asia.
Tur Asia tahun ini akan menghadirkan empat turnamen bergengsi di Tiongkok, termasuk ajang berlevel WTA 1000 di Beijing dan Wuhan. Bermain di hadapan publik sendiri dengan kepercayaan diri yang telah pulih sepenuhnya membuat Zheng menatap sisa musim dengan motivasi berlipat ganda.
- Pencapaian Utama: Menembus babak 8 besar US Open dari jalur kualifikasi.
- Proyeksi Peringkat: Melesat dari posisi 121 menuju peringkat top 60 WTA.
- Target Selanjutnya: Tampil maksimal dalam tur Asia, khususnya turnamen WTA 1000 Beijing dan Wuhan.
Comments (0)