YERUSALEM — Badan keamanan domestik Israel, Shin Bet, resmi mengajukan pengaduan kepada Kepala Sensor Militer terkait pemberitaan Channel 12 yang membocorkan kunjungan rahasia Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Uni Emirat Arab (UEA). Pengaduan ini menjadi pengakuan pertama pemerintah Israel atas perjalanan tersebut, meski tidak menyebut secara eksplisit negara tujuan.
Dalam pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri pada Senin malam waktu setempat, Shin Bet menuntut agar Channel 12 dituntut "sepenuhnya sesuai hukum" karena dianggap melakukan pelanggaran sensor yang berat. Kantor Netanyahu yang mengawasi langsung kerja Shin Bet menyebut publikasi itu membahayakan keselamatan negara dan para pejabat tinggi yang ikut dalam rombongan.
Kronologi Bocornya Kunjungan Rahasia
- Minggu, 26 Januari — Channel 12 dan sejumlah media Israel melaporkan bahwa Netanyahu melakukan kunjungan mendadak ke negara Teluk untuk bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
- Minggu malam — Pesawat kepresidenan Israel dilaporkan masih berada di luar wilayah udara Israel ketika berita itu dipublikasikan.
- Senin — Kantor Netanyahu merilis pernyataan resmi pertama yang mengonfirmasi adanya kunjungan, tanpa menyebut nama negara.
- Senin malam — Shin Bet mengajukan pengaduan resmi ke Sensor Militer dan menuntut proses hukum terhadap Channel 12.
Menurut laporan media Israel, Netanyahu terbang ke UEA pada Minggu untuk meminta Sheikh Mohamed membantah pemberitaan yang menyebutnya telah memperingatkan Netanyahu sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Peringatan itu, menurut laporan tersebut, tidak pernah diteruskan Netanyahu kepada dinas keamanan Israel. Netanyahu sendiri membantah keras cerita tersebut.
Alasan Keamanan Jadi Dasar Pengaduan
Kantor Perdana Menteri menegaskan bahwa publikasi kunjungan itu "membahayakan nyawa perdana menteri dan istrinya, serta seluruh delegasi yang mencakup kepala Mossad dan pejabat keamanan senior lainnya." Pernyataan itu juga menyebut Mossad, yang beroperasi di bawah Kantor Perdana Menteri, turut mengecam tindakan Channel 12.
"Shin Bet telah mengajukan pengaduan kepada Kepala Sensor Militer, menuntut Channel 12 dituntut sepenuhnya sesuai hukum setelah pelanggaran sensor yang berat."
— Pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Israel
Insiden ini menyoroti ketegangan antara kebebasan pers dan alasan keamanan nasional di Israel, khususnya menyangkut hubungan diplomatik sensitif dengan negara-negara Arab Teluk. Sejak penandatanganan Perjanjian Abraham, hubungan Israel–UEA memang berkembang pesat, namun kunjungan tingkat tinggi biasanya dijaga ketat dari publikasi.
Implikasi Politik dan Diplomatik
- Preseden sensor: Ini pertama kalinya pemerintah Israel mengakui kunjungan Netanyahu ke UEA, meski secara tidak langsung.
- Tekanan domestik: Skandal peringatan 7 Oktober 2023 masih menjadi isu panas yang membayangi Netanyahu.
- Hubungan Israel–UEA: Kunjungan ini menunjukkan komunikasi intens di level tertinggi kedua negara.
- Kebebasan pers: Langkah hukum terhadap media memicu kekhawatiran soal kebebasan jurnalistik di Israel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak UEA maupun tanggapan dari Channel 12 terkait pengaduan tersebut. Pengamat menilai langkah Shin Bet bisa memicu perdebatan panjang soal batas antara kepentingan keamanan dan hak publik untuk mengetahui aktivitas pejabat tinggi negara.
Comments (0)