Bisnis

Resmi Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Diminta Prabowo Jaga Defisit APBN

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memberikan amanat penting kepada Suahasil Nazara yang kini mengemban tugas sebagai Ment

Resmi Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Diminta Prabowo Jaga Defisit APBN

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memberikan amanat penting kepada Suahasil Nazara yang kini mengemban tugas sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya. Dalam instruksi langsungnya, Kepala Negara menekankan krusialnya pemeliharaan kredibilitas tata kelola keuangan negara serta kepatuhan ketat terhadap batas aman defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kronologi Transisi Kepemimpinan di Kementerian Keuangan

Pergantian tampuk kepemimpinan di bendahara negara ini menandai babak baru penegasan arah kebijakan fiskal nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo. Suahasil Nazara, yang sebelumnya memiliki rekam jejak panjang sebagai Wakil Menteri Keuangan dan teknokrat fiskal, langsung merespons arahan strategis Presiden sesaat setelah serah terima mandat berlangsung.

  1. Konsolidasi Awal Kabinet: Presiden Prabowo memanggil jajaran menteri bidang ekonomi untuk memastikan program prioritas pembangunan tetap berjalan beriringan dengan stabilitas fiskal.
  2. Penetapan Mandat Baru: Suahasil Nazara ditunjuk memimpin Kementerian Keuangan guna melanjutkan stabilitas makroekonomi dan reformasi perpajakan nasional.
  3. Instruksi Khusus Kepala Negara: Penegasan instruksi langsung dari Presiden agar postur APBN tetap kredibel dan tidak melewati batas undang-undang.
"Presiden Prabowo secara tegas meminta kami untuk terus menjaga kredibilitas keuangan negara. Salah satu indikator utamanya adalah memastikan defisit APBN tetap berada di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)," ujar Menkeu Suahasil Nazara di Jakarta.

Komitmen Disiplin Fiskal di Bawah Tiga Persen

Kepatuhan terhadap batas defisit maksimal 3 persen dari PDB merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Menkeu menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar batasan angka di atas kertas, melainkan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan pasar internasional, lembaga pemeringkat kredit, serta investor global terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.

Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinannya akan menerapkan sejumlah langkah strategis guna mengamankan target tersebut:

  • Optimalisasi Pendapatan Negara: Mendorong efektivitas penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tanpa mengorbankan daya beli masyarakat dan iklim investasi.
  • Efisiensi Belanja Berkualitas: Mengeliminasi pemborosan anggaran kementerian/lembaga dan memprioritaskan belanja modal yang produktif.
  • Manajemen Pembiayaan Terukur: Pengelolaan portofolio utang secara hati-hati (pruden) dengan memanfaatkan suku bunga yang paling kompetitif guna menekan beban bunga utang.

Menopang Program Prioritas Nasional

Meski disiplin fiskal dijaga ketat, Menkeu memastikan bahwa pembiayaan program prioritas Presiden Prabowo, seperti ketahanan pangan, transisi energi, perlindungan sosial, dan penguatan sumber daya manusia, tetap mendapatkan alokasi yang memadai. Fleksibilitas APBN akan dimaksimalkan melalui skema pembiayaan kreatif dan sinergi bersama sektor swasta.

Dengan kepemimpinan baru ini, pasar keuangan domestik menyambut positif kepastian kontinuitas kebijakan fiskal yang terukur, sehingga stabilitas nilai tukar rupiah dan kesinambungan fiskal jangka panjang diharapkan tetap terjaga kokoh di tengah dinamika ketidakpastian global.

Presiden Prabowo mengamanatkan Menkeu baru Suahasil Nazara untuk: 1. Menjaga kredibilitas APBN dan tata kelola fiskal nasional. 2. Memastikan defisit anggaran tetap disiplin di bawah 3% PDB. 3. Menjamin kesinambungan pendanaan program prioritas nasional. Baca selengkapnya di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User