Bisnis

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Irigasi Berbasis EBT di Cilacap

PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi transisi energi bersih hingga ke tingkat akar rumput. Melalui program Tanggung J

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Irigasi Berbasis EBT di Cilacap

PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi transisi energi bersih hingga ke tingkat akar rumput. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menghadirkan inovasi pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa kombinasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) guna menggerakkan sistem irigasi pertanian di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.

Langkah strategis ini menjadi jawaban konkret atas tantangan klasik yang kerap dihadapi para petani lokal, terutama terkait tingginya biaya operasional pompa air berbahan bakar fosil dan keterbatasan pasokan air saat musim kemarau. Kehadiran instalasi pembangkit hibrida ini memastikan pasokan listrik yang stabil, efisien, dan ramah lingkungan untuk mengalirkan air ke lahan-lahan produktif warga.

Sinergi Tenaga Surya dan Angin untuk Ketahanan Pangan

Kawasan pesisir Cilacap memiliki potensi radiasi matahari dan hembusan angin yang melimpah sepanjang tahun. Karakteristik geografis tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk membangun ekosistem pertanian modern yang mandiri energi. Integrasi panel surya dan kincir angin memungkinkan sistem pompa irigasi tetap beroperasi tanpa henti, bahkan ketika intensitas salah satu sumber energi mengalami penurunan.

"Inisiatif ini dirancang bukan sekadar untuk menyediakan energi bersih, melainkan menciptakan kemandirian ekonomi bagi para petani. Dengan menekan biaya bahan bakar untuk irigasi, margin pendapatan petani dapat meningkat secara signifikan, sekaligus mendorong produktivitas hasil panen secara berkelanjutan," ujar perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga.

Melalui sistem terpadu ini, para petani tidak lagi bergantung pada ketersediaan solar bersubsidi atau jaringan listrik konvensional yang kerap membebani biaya produksi. Kemudahan akses air ini terbukti mampu meningkatkan frekuensi masa tanam dan panen dalam satu tahun siklus tanam.

Dampak Nyata bagi Produktivitas dan Lingkungan

Pemanfaatan EBT dalam sektor pertanian di Cilacap ini membawa sejumlah manfaat multidimensi bagi masyarakat dan ekosistem setempat, di antaranya:

  • Efisiensi Biaya Operasional: Mengurangi pengeluaran petani untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) hingga lebih dari 50 persen per musim tanam.
  • Ketahanan Pasokan Air: Menjamin ketersediaan air irigasi secara merata ke puluhan hektare sawah, meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan.
  • Reduksi Emisi Karbon: Menurunkan jejak karbon dari pembakaran bahan bakar fosil, sejalan dengan target Net Zero Emission nasional.
  • Penguatan Kapasitas Komunitas: Melatih kelompok tani setempat dalam pemeliharaan dan pengelolaan teknologi EBT secara mandiri.

Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa inisiatif TJSL ini merupakan wujud nyata penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin energi bersih dan pekerjaan layak. Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah pertanian lain di Indonesia dalam mengadopsi teknologi hijau demi ketahanan pangan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User