Teknologi

Penasihat Trump Kaitkan Harga BBM Tinggi dengan Kapasitas Kilang

Washington, Terdepan.id — Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali menempatkan isu keterjangkauan bahan bakar sebagai prioritas utama. Penasihat energi T

Penasihat Trump Kaitkan Harga BBM Tinggi dengan Kapasitas Kilang

Washington, Terdepan.id — Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali menempatkan isu keterjangkauan bahan bakar sebagai prioritas utama. Penasihat energi Trump, Jarrod Agen, menegaskan bahwa harga bensin yang mahal tidak semata-mata disebabkan oleh konflik di luar negeri, melainkan juga oleh keterbatasan kapasitas kilang minyak domestik Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Agen dalam sebuah acara Axios House pada Selasa waktu setempat. Menurutnya, harga di pompa bensin menjadi indikator paling sensitif yang selalu diperhatikan oleh presiden, terutama menjelang musim dingin yang diprediksi membawa beban biaya lebih besar bagi jutaan rumah tangga Amerika.

Harga Bensin Naik Signifikan dalam Setahun

Data American Automobile Association (AAA) menunjukkan rata-rata harga bensin nasional pada Selasa mencapai sekitar $4,48 per galon, melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar $3,18 per galon. Kenaikan ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan memicu kekhawatiran publik menjelang musim pemanasan.

"Keterjangkauan harga bensin adalah isu utama yang selalu dilihat presiden. Itu yang menggerakkan kami setiap hari."

— Jarrod Agen, Penasihat Energi Trump

Dalam sesi yang dipandu jurnalis Axios, Amy Harder, Agen dimintai tanggapan mengenai tanggung jawab presiden atas mahalnya harga yang dibayar konsumen. Agen tidak secara langsung menyebut pemerintahan bertanggung jawab, namun menekankan bahwa tujuan jangka panjang Trump adalah mencegah Iran memiliki kemampuan nuklir.

Kronologi dan Konteks Kebijakan Energi

  1. Selasa — Agen berbicara di acara Axios House dan menyebut harga bensin sebagai prioritas utama presiden.
  2. Data AAA — Rata-rata harga bensin nasional tercatat $4,48 per galon, naik dari $3,18 per galon setahun sebelumnya.
  3. Konflik Timur Tengah — Ketegangan dengan Iran mengguncang pasar minyak global dan menekan pasokan.
  4. Deregulasi EPA — Pemerintahan Trump mengklaim kebijakan deregulasi mendorong penghematan energi nasional.
  5. Musim Dingin — Lonjakan harga minyak pemanas dan diesel berpotensi membebani rumah tangga berpenghasilan rendah.

Pemerintahan Trump selama ini mengampanyekan penghematan energi sebagai hasil dari dorongan deregulasi di Badan Perlindungan Lingkungan (EPA). Namun, tekanan dari pasar internasional akibat konflik luar negeri, termasuk perang dengan Iran, dinilai telah mengerek biaya bahan bakar dan mengancam musim dingin yang mahal bagi konsumen.

Dampak bagi Konsumen dan Pasar Global

Dalam wawancara terpisah tahun lalu dengan Axios, Agen pernah menyatakan bahwa faktor yang selalu diperhatikan presiden adalah harga di pompa bensin. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan konsumen Amerika tidak membayar listrik dan gas dengan harga tinggi.

"Kami ingin memastikan konsumen Amerika tidak membayar harga tinggi untuk tagihan listrik dan bensin. Itu kunci yang menggerakkan kami setiap hari."

— Jarrod Agen

Pengamat energi menilai pernyataan Agen mencerminkan upaya pemerintahan mengalihkan fokus dari faktor geopolitik ke persoalan struktural domestik, seperti kapasitas kilang yang tidak bertambah signifikan dalam dua dekade terakhir. Kapasitas kilang AS disebut menjadi salah satu penyebab utama sulitnya menurunkan harga bensin meski produksi minyak mentah meningkat.

Dengan harga yang terus melambung, tekanan politik menjelang musim pemilu diprediksi semakin besar. Konsumen menuntut solusi nyata, sementara pemerintahan berhadapan dengan dilema antara kebijakan luar negeri yang keras terhadap Iran dan kebutuhan mendesak menjaga daya beli masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User