Teknologi

PALANGKARAYA — Asap Tebal Kebakaran Kalimantan Sesakkan Warga, Negeri Tetangga Siaga

PALANGKARAYA — Kabut asap pekat kembali menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan setelah kebakaran lahan dan hutan meluas dalam beberapa pekan terakhi

PALANGKARAYA — Asap Tebal Kebakaran Kalimantan Sesakkan Warga, Negeri Tetangga Siaga

PALANGKARAYA — Kabut asap pekat kembali menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan setelah kebakaran lahan dan hutan meluas dalam beberapa pekan terakhir. Puluhan ribu hektare lahan telah dilalapi api, memaksakan warga menjalani aktivitas harian di tengah udara yang memabukkan dan pandangan yang nyaris nol.

Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di kawasan pedalaman Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, tempat titik-titik panas terus bermunculan sejak musim kemarau dipercepat oleh fenomena El Niño ekstrem atau yang disebut para ilmuwan sebagai "super El Niño".

Bernapas Seperti Merokok Rokok

Bagi Suwadi, warga yang tinggal di kawasan yang tersisa dari hutan Borneo Indonesia, kehidupan di tengah asap telah menjadi rutinitas menyiksa. Menurut pengakuannya, jarak pandang saat ia melangkah keluar rumah tak lebih dari lima meter.

"Setiap tarikan napas rasanya seperti sedang merokok sebatang rokok," ujar Suwadi.

Keluhannya menggambarkan realitas yang dihadapi jutaan penduduk di pulau itu. Aktivitas sekolah, pasar tradisional, hingga transportasi darat terganggu karena jarak pandang yang ekstrem. Sejumlah penerbangan domestik juga dilaporkan mengalami penundaan akibat visibilitas rendah di bandara-bandara Kalimantan.

Super El Niño Perparah Musim Api

Badan meteorologi mencatat curah hujan di sebagian besar Kalimantan turun drastis sejak pertengahan tahun. Kondisi ini membuat gambut dan lahan kering menjadi mudah terbakar, bahkan dari percikan api kecil yang dipicu aktivitas pembukaan lahan.

  • Puluhan ribu hektare lahan telah habis terbakar sejak awal musim kemarau
  • Jarak pandang di sejumlah kota Kalimantan anjlok di bawah ratusan meter
  • El Niño ekstrem diprediksi berlanjat hingga akhir tahun
  • Asap lintas batas telah menjangkau Malaysia dan menempatkan Singapura dalam siaga

Para ahli mengingatkan bahwa kombinasi El Niño kuat dan degradasi lahan gambut menciptakan resep bagi musim kebakaran terburuk dalam satu dekade terakhir. Pengalaman 2015 dan 2019, ketika krisis asap melumpuhkan ekonomi regional, kembali diingat para peneliti sebagai peringatan.

Asap Lintas Batas Picu Ketegangan Regional

Tirai asap tidak berhenti di perbatasan Indonesia. Negara bagian Sarawak dan Sabah di Malaysia mulai merasakan penurunan kualitas udara signifikan, sementara Singapura meningkatkan status kewaspadaan menghadapi kemungkinan polusi lintas batas.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa kota perbatasan dilaporkan masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Pemerintah-pemerintah negara tetangga dikabarkan telah menghubungi Jakarta untuk meminta percepatan penanganan kebakaran.

"Ini bukan sekadar masalah dalam negeri. Asap tidak mengenal garis batas negara," kata seorang analis lingkungan yang memantau perkembangan situasi.

Pemadaman Hadui Rintangan Berlapis

Tim pemadam kebakaran berjuang melawan api yang merayap di bawah permukaan gambut. Kebakaran gambut dikenal sulit dipadamkan karena api dapat menyala berhari-hari di bawah tanah dan muncul kembali di lokasi lain.

Operasi pemadaman udara dengan water bombing serta modifikasi cuaca melalui hujan buatan terus digencarkan. Namun keterbatasan armada, medan rawa yang sulit dijangkau, dan angin kencang membuat upaya di darat maupun udara menghadapi kesulitan besar.

Dampak Kesehatan dan Ekonomi Meluas

Fasilitas kesehatan di wilayah terdampak mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut, terutama pada anak-anak dan lansia. Masker N95 dilaporkan langka di sejumlah apotek, sementara aktivitas luar ruangan dibatasi.

Dari sisi ekonomi, sektor perkebunan, pariwisata, dan penerbangan menjadi yang paling terpukul. Petani smallholder mengeluhkan gagal panen, sementara maskapai menambah daftar penerbangan yang tertunda atau dialihkan.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah masih berharap datangnya hujan dalam beberapa pekan ke depan dapat membantu meredam titik-titik api. Namun bagi warga seperti Suwadi, satu hal pasti: selama asap masih menyelimuti kampungnya, setiap napas tetap terasa berat.

[SOCIAL_TWEET]: Bernapas "seperti merokok rokok" — begitu kata warga Kalimantan jelang super El Niño memperparah kebakaran. Asap kini capai Malaysia & Singapura. #KebakaranHutan #Kalimantan #ElNino[SOCIAL_TG]: 🔥 ASAP KALIMANTAN CAPAI NEGERI TETANGGA — Kebakaran lahan meluas di tengah super El Niño. Warga: bernapas seperti merokok. Malaysia terdampak, Singapura siaga. Detail lengkap hanya di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User