Buenos Aires — Lionel Messi menjalani laga perpisahan bersama timnas Argentina dengan penuh haru setelah 21 tahun mengenakan seragam Albiceleste. Kapten berusia 39 tahun itu tampil dalam pertandingan persahabatan melawan Benin, sebelum akhirnya menyampaikan pidato emosional di hadapan rekan setim dan puluhan ribu suporter yang memadati stadion.
Pertandingan tersebut menjadi penutup karier internasional panjang Messi. Dalam laga terakhirnya, ia membuktikan bahwa kualitasnya masih belum memudar dengan mencetak satu gol dan dua assist — sumbangan yang memastikan Argentina menutup babak kariernya dengan hasil meyakinkan.
Jalannya Laga Perpisahan
Sebelum momen pidato berlangsung, jalannya pertandingan mencatatkan beberapa momen kunci yang layak dicatat:
- Awal pertandingan: Argentina langsung menguasai permainan dengan pola umpan khas yang selama ini menjadi ciri Messi di lini tengah.
- Kontribusi gol: Messi membobol gawang Benin dan sekaligus mencatatkan namanya di papan skor pada laga terakhirnya bersama Albiceleste.
- Dua assist: Selain gol, Messi mengkreasi dua peluang emas yang dikonversi rekan-rekannya, menegaskan perannya sebagai pengatur serangan utama.
- <Akhir laga: Setelah peluit penanda berakhirnya pertandingan berbunyi, Messi diajak ke tengah lapangan untuk menyampaikan pidato perpisahan.
Pidato Penuh Emosi
Messi mengaku kesulitan menahan emosi ketika berbicara di depan publik. Kata-kata pertamanya ternyata ditujukan untuk mendiang ayahnya, Jorge Messi, yang telah berpulang lebih dulu.
"Sulit mengatakan sesuatu hari ini. Ada banyak emosi. Hal pertama yang saya pikirkan adalah ayah saya," ucap Messi membuka pidatonya.
Setelahnya, bintang yang akrab disapa La Pulga itu menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendampingi perjalanannya sepanjang lebih dari dua dekade membela negara.
"Tidak tersisa selain ucapan terima kasih. Ini merupakan sebuah kebanggaan sangat besar mengenakan seragam ini selama lebih dari 20 tahun," tuturnya dengan suara bergetar.
Messi juga menegaskan bahwa bermain untuk timnas Argentina adalah pengalaman terbaik yang bisa dirasakan seorang pemain sepak bola. Pesan tersebut ia sampaikan sambil menekankan pentingnya kebersamaan rakyat Argentina.
"Bermain di sini adalah hal paling indah yang bisa terjadi pada dirimu. Ketika orang Argentina bersatu, kita bisa mengalahkan segalanya," tegasnya.
Terkait Piala Dunia 2026
Dalam kesempatan yang sama, Messi turut menyinggung soal Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Meski kariernya bersama timnas telah ditutup, ia menegaskan dukungan penuhnya bagi generasi berikutnya yang akan melanjutkan perjuangan Albiceleste di panggung dunia.
Sebagai kapten, Messi sempat membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 di Qatar, sekaligus menyudahi penantian panjang negara itu sejak 1986. Kini, tongkat estafet diharapkan diteruskan oleh pemain-pemain muda yang telah tumbuh di bawah asuhannya.
Rekan setim dan ofisial tim menyambut hangat pidato Messi. Beberapa pemain terlihat meneteskan air mata, sementara suporter meneriakkan namanya berulang kali dari tribun. Momen itu pun menjadi salah satu sorotan utama sepak bola dunia pada pekan ini.
-->
Comments (0)