Teknologi

Menteri HAM Natalius Pigai Minta Pemerintah Responsif Dengar Aspirasi Rakyat

Terdepan.id, JAKARTA — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, secara resmi membuka agenda strategis bertajuk Forum Koordinasi

Menteri HAM Natalius Pigai Minta Pemerintah Responsif Dengar Aspirasi Rakyat

Terdepan.id, JAKARTA — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, secara resmi membuka agenda strategis bertajuk Forum Koordinasi Kebijakan HAM 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (18/9). Pertemuan tingkat nasional ini dirancang untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan dengan prinsip-prinsip pemenuhan dan perlindungan hak dasar seluruh warga negara.

Dalam forum yang mengusung tema besar “HAM dalam Pembangunan Nasional: Dari Suara Menuju Langkah” tersebut, Pigai menegaskan bahwa instrumen negara tidak boleh sekadar bersifat formalitas birokratis. Sebaliknya, seluruh pengambil kebijakan diwajibkan untuk peka serta sigap merespons setiap keluhan dan masukan yang disampaikan oleh masyarakat luas.

“Pemerintah tidak boleh berjarak dengan rakyat. Suara masyarakat adalah kompas utama arah pembangunan. Menegakkan HAM berarti memastikan bahwa setiap keluhan didengar, diakomodasi, dan ditindaklanjuti secara nyata melalui aksi program yang terukur,” ujar Menteri HAM Natalius Pigai di hadapan para peserta forum.

Urgensi Integrasi HAM dalam Pembangunan Nasional

Pigai menuturkan bahwa paradigma pembangunan modern harus mengadopsi pendekatan berbasis hak asasi manusia (human rights-based approach). Hal ini krusial agar modernisasi infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan rasa keadilan sosial bagi kelompok rentan maupun masyarakat adat di berbagai pelosok tanah air.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan suatu bangsa tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi makro, melainkan dari sejauh mana negara hadir menjamin kebebasan, martabat, dan hak hidup layak masyarakatnya tanpa diskriminasi.

Kronologi dan Agenda Pelaksanaan Forum Kebijakan HAM 2026

Pelaksanaan Forum Koordinasi Kebijakan HAM 2026 berlangsung secara terstruktur guna merumuskan rekomendasi aksi nyata yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait:

  1. Sesi Pembukaan dan Pidato Kunci (Pukul 09.00 WIB): Menteri HAM memaparkan visi transformasi institusi HAM serta penegasan komitmen pemerintah dalam merespons dinamika sosial kemasyarakatan.
  2. Pemetaan Isu Strategis Regional dan Sektoral (Pukul 10.30 WIB): Delegasi kementerian/lembaga dan perwakilan daerah memetakan tantangan hak asasi di sektor ketenagakerjaan, agraria, hingga perlindungan kelompok marginal.
  3. Perumusan Rencana Aksi Lintas Sektor (Pukul 13.30 WIB): Penyusunan draf rekomendasi kebijakan integratif untuk dimasukkan ke dalam kerangka evaluasi program prioritas kementerian teknis.

Tiga Pilar Penguatan Kebijakan Hak Asasi

Kementerian HAM menggarisbawahi tiga pilar utama yang wajib diimplementasikan oleh jajaran aparatur pemerintah pada periode kerja mendatang:

  • Akuntabilitas Publik: Membuka kanal pengaduan HAM yang transparan, mudah diakses, dan memiliki tenggat waktu penanganan yang jelas.
  • Inklusivitas Pembangunan: Melibatkan masyarakat secara bermakna (meaningful participation) sejak tahap perencanaan tata ruang dan proyek strategis nasional.
  • Penegakan Hukum Berkeadilan: Mengedepankan penyelesaian masalah yang menjunjung tinggi keadilan restoratif dan perlindungan harkat kemanusiaan.

Dengan diselenggarakannya forum ini, Kementerian HAM optimistis bahwa sinergi lintas lembaga akan semakin solid, sekaligus menjadikan pemenuhan hak asasi manusia sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User