Bisnis

Menkeu Suahasil Catat Rp140,7 Triliun Modal Asing Masuk ke SBN dan SRBI

JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa arus modal asing kembali mengalir masuk ke Indonesia setelah sebelumnya terjadi out

Menkeu Suahasil Catat Rp140,7 Triliun Modal Asing Masuk ke SBN dan SRBI

JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa arus modal asing kembali mengalir masuk ke Indonesia setelah sebelumnya terjadi outflow atau arus keluar selama beberapa bulan. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 14 September 2026, akumulasi modal asing yang masuk melalui dua instrumen utama, yakni Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI), tercatat mencapai Rp140,7 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Suahasil dalam acara Antara Business Forum 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Rabu (23/9/2026). Kehadiran modal asing ke pasar obligasi negara dan instrumen rupiah bank sentral ini dianggap sebagai sinyal perubahan persepsi investor global terhadap fundamental perekonomian Indonesia.

Kronologi Baliknya Arus Modal Asing

Perubahan tren aliran modal asing terjadi secara bertahap sepanjang beberapa bulan terakhir. Suahasil memaparkan rangkaiannya sebagai berikut:

  1. Beberapa bulan sebelumnya, pasar keuangan Indonesia masih menghadapi tekanan outflow, di mana investor asing menarik dananya dari instrumen berdenominasi rupiah.
  2. Akhir-awal bulan, arus mulai berbalik dan terlihat inflow masuk ke instrumen SBN maupun SRBI.
  3. Hingga 14 September 2026, akumulasi inflow tersebut mencapai Rp140,7 triliun melalui kedua instrumen tersebut.
  4. Beberapa waktu ke depan, pemerintah mengharapkan aliran modal juga masuk melalui pasar modal saham.
"Kalau beberapa bulan yang lalu kita masih melihat aliran modal keluar, tapi di beberapa waktu terakhir kelihatan mulai masuk. Masuk lewat instrumen seperti Surat Berharga Negara maupun seperti SRBI," ujar Suahasil.

Indonesia Jadi Pelabuhan Aman di Tengah Gejolak Global

Menurut Suahasil, kembalinya modal asing menunjukkan bahwa perspektif investor global mulai berubah. Ketika kondisi ekonomi dunia tengah bergejolak, Indonesia dipandang sebagai salah satu tujuan penempatan dana yang layak. "Perspektif global mulai melihat Indonesia sebagai tempat; kalau di globalnya lagi turbulent, kita masuk ke Indonesia," ujarnya.

Situasi itu berbanding terbalik dengan beberapa bulan sebelumnya ketika pasar keuangan Indonesia banyak mengalami tekanan keluar. Perubahan ini sekaligus mengindikasikan bahwa daya tarik instrumen berdenominasi rupiah masih dipertahankan oleh pasar meskipun suku bunga acuan negara maju berada di level tinggi.

IndikatorNilai/Termin
Akumulasi inflow modal asing (SBN dan SRBI)Rp140,7 triliun per 14 September 2026
Suku bunga acuan BI (BI Rate)5,75% (RDG 18–19 Agustus 2026)
Forum penyampaian dataAntara Business Forum 2026, 23 September 2026

Tantangan dari Suku Bunga Tinggi Amerika Serikat

Meski tren inflow bergerak positif, Suahasil menyatakan pemerintah terus mencermati perkembangan dari hari ke hari, termasuk eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran. Tensi geopolitik itu memicu kebijakan suku bunga tinggi oleh The Fed sehingga sektor keuangan mengantisipasi kondisi higher for longer.

Suku bunga tinggi negara maju berpeluang menekan kebijakan keuangan dan perekonomian negara emerging, tidak terkecuali Indonesia. Di dalam negeri, Bank Indonesia sendiri masih mempertahankan suku bunga acuan di angka 5,75% berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur 18–19 Agustus 2026.

Fondasi Ekonomi Domestik Dinilai Tangguh

Suahasil yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) itu menilai fondasi ekonomi domestik masih cukup resilient. Beberapa indikator yang disebutnya tetap menopang perekonomian antara lain keyakinan konsumen yang masih tinggi, konsumsi rumah tangga kelas atas yang stabil, penjualan mobil dan motor yang tumbuh positif, serta cadangan devisa dan neraca perdagangan yang masih memadai. Pertumbuhan kredit juga disebutnya masih terjaga baik.

Pemerintah menegaskan kondisi tersebut harus dijaga dan dilanjutkan ke depan agar kepercayaan investor global terhadap Indonesia tetap kuat. Dengan pengelolaan APBN yang prudent dan sinergi antarinstrumen fiskal-moneter, aliran modal asing diharapkan terus bertambah, termasuk melalui pasar modal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User