BANDA ACEH, Terdepan.id — Bencana tanah longsor melanda kawasan permukiman di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Peristiwa tragis yang dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi tersebut mengakibatkan satu orang anak meninggal dunia dan 13 warga lainnya mengalami luka-luka.
Korban jiwa teridentifikasi sebagai seorang anak perempuan berusia sembilan tahun bernama Nazila. Material longsoran berupa tanah tebing dan bebatuan menimbun sebagian rumah warga saat cuaca ekstrem mengguyur dataran tinggi tersebut pada Minggu (13/9).
Kronologi Bencana Tanah Longsor di Silih Nara
Berdasarkan laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, rentetan kejadian tanah longsor berlangsung cepat menyusul cuaca buruk yang terjadi sepanjang hari:
- Pukul 14.00 WIB: Hujan deras dengan durasi panjang mulai mengguyur kawasan Kecamatan Silih Nara dan sekitarnya, memicu kejenuhan air pada struktur lereng bukit.
- Pukul 16.30 WIB: Tebing di sekitar permukiman warga Kampung Sanehen mengalami pergerakan tanah labil hingga akhirnya runtuh dan menerjang pemukiman di bawahnya.
- Pukul 17.00 WIB: Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat segera memulai proses evakuasi darurat di tengah reruntuhan material longsor.
- Pukul 18.15 WIB: Seluruh korban berhasil dievakuasi dari timbunan, di mana korban meninggal dunia dan korban luka segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat.
"Hujan berintensitas lebat yang mengguyur wilayah perbukitan Aceh Tengah menyebabkan struktur tanah di lereng menjadi gembur dan labil. Saat ini petugas gabungan difokuskan untuk menangani korban luka serta membersihkan material longsoran yang menutup akses," terang perwakilan tim tanggap darurat setempat.
Penanganan Medis dan Kondisi Korban
Dari total 13 korban yang mengalami luka-luka, sebagian besar mengalami cedera akibat benturan material kayu, dinding bangunan, dan bebatuan lereng. Seluruh korban luka telah dievakuasi secara bertahap menuju Puskesmas Silih Nara serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon untuk mendapatkan perawatan intensif.
Berikut adalah langkah-langkah darurat yang saat ini sedang diprioritaskan oleh pihak berwenang:
- Pemberian Perawatan Medis: Menangani korban luka dengan penanganan trauma fisik dan psikologis di fasilitas kesehatan rujukan.
- Pembersihan Material: Mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan lingkungan yang tertutup runtuhan tebing.
- Pendirian Posko Darurat: Menyiapkan tempat penampungan sementara dan bantuan logistik bagi keluarga yang rumahnya rusak terdampak material tanah.
Imbauan Kewaspadaan Wilayah Rawan Bencana
Kawasan Dataran Tinggi Gayo, termasuk Kabupaten Aceh Tengah, merupakan daerah dengan topografi berbukit yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bahaya hidrometeorologi basah. BMKG dan BPBD setempat mengimbau masyarakat yang bermukim di dekat lereng terjal untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat berlangsung lebih dari dua jam secara terus-menerus.
Comments (0)