Teknologi

Komunitas Yahudi Global Bersiap Menyambut Tahun Baru Rosh Hashanah 5787

Suasana khidmat dipastikan akan menyelimuti berbagai belahan dunia saat matahari mulai terbenam pada Jumat, 11 September 2026. Momen sakral tersebut menand

Komunitas Yahudi Global Bersiap Menyambut Tahun Baru Rosh Hashanah 5787

Suasana khidmat dipastikan akan menyelimuti berbagai belahan dunia saat matahari mulai terbenam pada Jumat, 11 September 2026. Momen sakral tersebut menandai dimulainya perayaan Rosh Hashanah, hari besar yang amat dinantikan oleh komunitas Yahudi global. Selama dua hari berturut-turut hingga Minggu, 13 September 2026, jutaan umat akan berkumpul bersama keluarga untuk memanjatkan doa, merenungi perjalanan hidup, dan menyongsong babak baru dalam penanggalan kuno mereka.

Momentum Spiritual dan Pergantian Tahun 5787

Perayaan Rosh Hashanah pada tahun ini membawa komunitas masuk ke dalam pergantian angka penting, yaitu menyambut tahun 5787 dalam kalender Ibrani. Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis matematis pergerakan matahari, sistem penanggalan Ibrani dihitung berdasarkan kombinasi siklus bulan dan matahari. Pergantian tahun ini secara resmi menandai berakhirnya bulan Elul dan dibukanya bulan suci Tishrei.

Transisi ini bukan sekadar pergantian tanggal di kalender. Dalam ajaran teologi Ibrani, periode ini dipercaya sebagai masa pengadilan ilahi, di mana setiap individu diperiksa atas segala perbuatan mereka sepanjang tahun yang telah lalu. Momen Rosh Hashanah juga dipandang sebagai peringatan penciptaan alam semesta sekaligus awal dari sepuluh hari penyucian diri yang dikenal sebagai *Hari-Hari Penuh Keagungan*, yang nantinya bermuara pada perayaan Yom Kippur. Oleh karena itu, suasana suci ini dibalut erat dengan rasa haru, introspeksi diri, dan kerendahan hati.

Tradisi, Ucapan Salam, dan Simbolisme Kuliner

Ritual Rosh Hashanah tidak dapat dipisahkan dari tradisi kuliner bernilai simbolis serta ungkapan doa yang hangat. Ungkapan yang paling sering terdengar di antara sesama warga adalah “Shaná Tová” yang bermakna “selamat tahun yang baik”. Selain itu, doa yang lebih mendalam seperti “Ketivá vejatimá tová” turut diucapkan, memuat harapan agar nama seseorang dicatat dan dimeterai dengan baik dalam Buku Kehidupan (*Book of Life*).

“Rosh Hashanah adalah cermin bagi jiwa kita. Di tengah jamuan makanan manis dan tiupan terompet shofar, terdapat kerinduan mendalam untuk memohon pengampunan dan memulai lembaran hidup yang lebih bersih di hadapan Sang Pencipta,” ujar seorang tokoh pembina spiritual komunitas.

Untuk memahami lebih rinci simbolisme yang melengkapi perayaan suci ini, berikut adalah ringkasan tradisi dan maknanya:

Unsur Tradisi Bentuk / Ungkapan Makna dan Harapan
Salam Utama Shaná Tová Harapan akan datangnya tahun yang dipenuhi kebaikan.
Doa Khusus Ketivá vejatimá tová Permohonan agar dicatat dan dimeterai baik dalam Buku Kehidupan.
Kuliner Simbolis Apel dicelup madu Simbol keharuman dan kehidupan yang manis di tahun baru.

Kehadiran hidangan khas seperti buah apel yang dicelupkan ke dalam madu melambangkan harapan akan kehidupan yang manis dan penuh berkah. Setiap ritual, mulai dari pembacaan kitab suci hingga suara terompet tanduk domba (*shofar*), menggema sebagai panggilan untuk membangunkan jiwa dari kelalaian duniawi.

Makna Kedamaian di Tengah Dunia Modern

Di era modern yang sarat akan dinamika dan kesibukan tinggi, peringatan Rosh Hashanah 5787 menjadi oasis spiritual. Tidak hanya sekadar perayaan rutin tahunan, momen ini mengajak masyarakat untuk sejenak berhenti, mengesampingkan hal-hal material, dan merajut kembali tali silaturahmi yang sempat terenggangkan. Keheningan batin dan permohonan maaf atas kesalahan masa lalu menjadi inti kekuatan dari seluruh rangkaian perayaan ini.

Dengan berakhirnya perayaan pada Minggu malam, 13 September 2026, harapan besar dititipkan agar tahun baru membawa ketenangan, kedamaian global, serta keberkahan yang melimpah bagi seluruh umat di mana pun mereka berada.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User