Bisnis

Kemendag Digitalisasi 300 Ribu Pedagang Pasar Rakyat

Jakarta — Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus menggenjot transformasi digital sektor perdagangan rakyat. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Ror

Kemendag Digitalisasi 300 Ribu Pedagang Pasar Rakyat

Jakarta — Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus menggenjot transformasi digital sektor perdagangan rakyat. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengungkapkan bahwa hingga kini sebanyak 6.870 pasar rakyat dan 300.000 pedagang telah masuk ke dalam ekosistem digital. Capaian ini menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat pasar domestik sekaligus membuka jalan ekspansi ke pasar internasional.

Pengungkapan tersebut disampaikan Dyah Roro dalam acara Top Women Fest 2026 yang mengusung tema "A Celebration of Power". Dalam forum itu, ia memaparkan bahwa digitalisasi pasar rakyat bukan sekadar program seremonial, melainkan strategi jangka panjang untuk menjaga daya saing pedagang kecil di tengah gempuran platform digital dan produk impor.

"Ada 6.870 pasar rakyat dan 300.000 pedagang yang sudah kita digitalisasi. Fokus Kemendag jelas: amankan pasar domestik dan ekspansi internasional," ujar Wamendag Dyah Roro.

Kronologi dan Capaian Program Digitalisasi

Program digitalisasi pasar rakyat ini berjalan bertahap sejak beberapa tahun terakhir. Berikut urutan capaian dan fokus kebijakan yang dipaparkan Kemendag:

  1. Pemetaan dan pendataan pasar rakyat — Kemendag mengidentifikasi ribuan pasar tradisional di seluruh Indonesia sebagai basis penerima program digitalisasi.
  2. Pelatihan dan pendampingan pedagang — Sebanyak 300.000 pedagang dilatih untuk berjualan melalui platform online, mulai dari literasi digital dasar hingga manajemen transaksi elektronik.
  3. Integrasi ke ekosistem digital — Sebanyak 6.870 pasar rakyat kini terhubung dengan sistem pembayaran digital dan marketplace, memperluas jangkauan pembeli di luar wilayah fisik pasar.
  4. Pengamanan pasar domestik — Kemendag memperketat pengawasan terhadap produk impor agar pedagang lokal tidak tergerus persaingan tidak sehat.
  5. Ekspansi internasional — Pedagang yang sudah digitalisasi didorong menembus pasar ekspor melalui platform lintas negara dan kemitraan dagang.

Fokus Ganda: Amankan Dalam Negeri, Tembus Pasar Global

Menurut Wamendag, ada dua agenda besar yang menjadi prioritas. Pertama, mengamankan pasar domestik dari serbuan produk impor yang kerap dijual dengan harga tidak wajar. Kedua, mendorong produk pedagang lokal agar mampu bersaing di pasar global.

"Digitalisasi ini bukan hanya soal jualan online, tapi soal bagaimana pedagang kita punya daya tahan dan daya saing. Pasar domestik harus aman, tapi kita juga tidak boleh takut ekspansi ke luar," tegasnya.

Langkah ini dinilai sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus melesat. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan penetrasi internet yang tinggi, pasar digital dalam negeri menjadi magnet sekaligus medan tempur bagi pelaku usaha kecil.

Poin Kunci Digitalisasi Pasar Rakyat

  • 6.870 pasar rakyat telah terdigitalisasi hingga saat ini.
  • 300.000 pedagang mengikuti pelatihan dan pendampingan digital.
  • Fokus utama: pengamanan pasar domestik dan ekspansi internasional.
  • Program mencakup literasi digital, integrasi pembayaran, dan akses marketplace.
  • Kemendag mendorong pedagang menembus pasar ekspor berbasis platform digital.

Kendati capaian terlihat positif, tantangan tetap membayangi. Tidak semua pedagang di daerah memiliki infrastruktur internet memadai, dan sebagian masih gagap teknologi. Karena itu, pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar program ini tidak berhenti di angka statistik semata.

Ke depan, Kemendag berencana memperluas cakupan digitalisasi ke pasar-pasar yang belum tersentuh, sekaligus memperkuat proteksi terhadap produk lokal. Dengan begitu, pasar rakyat tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nasional yang berdaya saing global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User