TERDEPAN.ID, JAKARTA — Petenis tunggal putri andalan Indonesia, Janice Tjen, dipastikan absen memperkuat kontingen Merah Putih pada ajang Asian Games. Keputusan strategis ini diambil demi menjaga posisi peringkat dunia sang petenis agar dapat menembus babak utama turnamen akbar Grand Slam Australian Open di Melbourne.
Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari kalkulasi poin profesional yang sangat krusial. Janice diwajibkan mempertahankan akumulasi poin di sirkuit Women's Tennis Association (WTA) agar tidak terlempar dari zona kualifikasi otomatis turnamen bergengsi dunia tersebut.
"Ini bagian dari program supaya Janice tetap bisa masuk ke Melbourne Australian Open. Dia harus menjaga poinnya sekarang," ujar perwakilan PP Pelti, Andi, saat memberikan keterangan resmi di Jakarta.
Kronologi Diplomasi Pelti dan Regulasi Ketat WTA
Keputusan melepas keikutsertaan Janice di Asian Games tidak diambil secara instan. PP Pelti telah melalui proses diskusi panjang dengan badan tenis dunia demi mencari jalan tengah terbaik bagi sang atlet.
- Pembahasan Awal (Satu Tahun Lalu): Pelti mulai menjajaki komunikasi intensif bersama International Tennis Federation (ITF) dan WTA mengenai potensi benturan jadwal antara kalender multievent regional dan turnamen tur profesional.
- Evaluasi Lanjutan: Memasuki awal tahun kompetisi, Pelti kembali menggelar dialog bersama WTA menyusul penetapan jadwal turnamen wajib level atas.
- Pengajuan Surat Resmi: Pelti mengirimkan surat permohonan dispensasi resmi agar Janice diizinkan absen di turnamen WTA tanpa kehilangan poin ranking dunia saat berlaga di Asian Games.
- Keputusan Final WTA: WTA menolak permohonan pengecualian poin dan hanya memberikan toleransi berupa keringanan sanksi denda administratif atas ketidakhadiran pemain.
Risiko Kehilangan 405 Poin Berharga
Kekhawatiran utama federasi berakar pada jadwal turnamen WTA 1000 Beijing yang berlangsung bersamaan dengan agenda Asian Games. Berdasarkan regulasi tur dunia, ketidakhadiran di turnamen wajib level WTA 1000 akan berakibat fatal pada pemotongan poin peringkat secara otomatis.
Andi menjelaskan bahwa Pelti sejatinya siap menanggung beban finansial berupa penalti denda demi memberangkatkan Janice ke Asian Games. Kendati demikian, pembayaran denda finansial sama sekali tidak menghapuskan risiko hilangnya poin tenis.
Menurut perhitungan teknis Pelti, Janice Tjen harus mempertahankan sedikitnya 405 poin hingga periode Desember. Jika Janice kehilangan ratusan poin tersebut akibat absen di Beijing, peringkat dunianya dipastikan merosot tajam. Dampaknya, peluang petenis putri terbaik Indonesia itu untuk tampil langsung di Australian Open 2027 dipastikan sirna.
"Yang menjadi persoalan, kalau Janice absen di WTA 1000 Beijing, akan ada potensi besar untuk tidak bisa masuk Melbourne Australian Open karena poinnya harus dipertahankan secara ketat," pungkas Andi.
Langkah ini menempatkan prioritas karier profesional jangka panjang Janice di panggung tenis level tertinggi dunia sebagai fokus utama pembinaan nasional saat ini.
Comments (0)