Teknologi

JAKARTA — Al-Qur'an Peringatkan Bahaya Lunturnya Kepekaan Sosial Masyarakat

Keseimbangan antara dimensi kesalehan ritual dan kesalehan sosial menjadi perhatian utama dalam kehidupan beragama kontemporer. Islam secara tegas menempat

JAKARTA — Al-Qur'an Peringatkan Bahaya Lunturnya Kepekaan Sosial Masyarakat

Keseimbangan antara dimensi kesalehan ritual dan kesalehan sosial menjadi perhatian utama dalam kehidupan beragama kontemporer. Islam secara tegas menempatkan kepedulian terhadap sesama sebagai pilar fundamental yang tidak dapat dipisahkan dari keimanan. Ketika kepekaan sosial memudar di tengah arus individualisme modern, Al-Qur'an telah memberikan peringatan keras mengenai potensi degradasi moral dan spiritual suatu masyarakat.

Para pakar sosiologi agama menyoroti fenomena kesenjangan sosial yang kerap diperparah oleh sikap abai kelompok mapan terhadap masyarakat rentan. Fenomena ini memicu perlunya reorientasi pemahaman keagamaan agar ibadah tidak hanya berhenti pada formalitas ritual di tempat ibadah semata, melainkan berdampak nyata pada transformasi kesejahteraan publik.

Dinamika Pengikisan Empati dan Respons Keagamaan

Dalam diskursus keagamaan baru-baru ini, para cendekiawan Muslim memaparkan kronologi pergeseran nilai kepedulian di tengah masyarakat urban:

  1. Era Tradisional: Nilai gotong royong dan tolong-menolong berbasis komunitas lokal menjadi jangkar utama dalam menopang ketahanan sosial dan ekonomi keluarga pra-sejahtera.
  2. Arus Urbanisasi dan Digitalisasi: Terjadi fragmentasi interaksi langsung antarwarga, di mana interaksi digital sering kali menciptakan ilusi kepedulian tanpa adanya tindakan riil di lapangan.
  3. Krisis Kepekaan Sosial: Muncul sikap permisif terhadap kemiskinan ekstrem di sekitar tempat tinggal, yang dipandang semata-mata sebagai tanggung jawab negara, bukan panggilan moral individu beriman.
"Keimanan seseorang belum sempurna jika ia hanya mengejar kesalehan individual tanpa menghiraukan penderitaan tetangga dan kaum lemah di sekitarnya. Al-Qur'an bahkan mengidentifikasi pengabaian sosial sebagai bentuk pendustaan terhadap agama," tegas salah seorang narasumber pengkaji tafsir sosial di Jakarta.

Peringatan Al-Qur'an Terhadap Perilaku Apatis

Peringatan mengenai bahaya hilangnya kepekaan sosial terekam jelas dalam sejumlah ayat Al-Qur'an. Salah satu rujukan paling fundamental termaktub dalam Surah Al-Ma'un (107: 1-7), di mana Allah SWT mengecam keras orang-orang yang mendustakan agama, yaitu mereka yang menghardik anak yatim dan enggan menganjurkan memberi makan orang miskin, meskipun mereka rajin mendirikan salat secara lahiriah.

Selain itu, Surah Al-Balad (90: 11-16) menekankan pentingnya menempuh 'jalan mendaki lagi sukar' ('aqabah), yang diwujudkan melalui:

  • Membebaskan perbudakan atau jeratan utang yang menindas kaum rentan.
  • Memberi makan pada hari kelaparan kepada anak yatim yang memiliki hubungan kerabat.
  • Menyantuni orang miskin yang berada dalam kondisi sangat terpuruk (dzā matrabah).

Langkah Strategis Memulihkan Kesadaran Kolektif

Untuk memulihkan kembali kepekaan sosial yang meredup, institusi keagamaan dan masyarakat sipil diimbau untuk mengintegrasikan pengentasan kemiskinan ke dalam kurikulum dakwah. Pengelolaan dana filantropi Islam seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) perlu dioptimalkan secara transparan serta berorientasi pada program pemberdayaan jangka panjang, bukan sekadar bantuan konsumtif sesaat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User