Bisnis

Indonesia dan India Sepakati Kerja Sama Pengembangan Jaringan 6G

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mempererat hubungan bilateral dengan Pemerintah India di sektor teknologi m

Indonesia dan India Sepakati Kerja Sama Pengembangan Jaringan 6G

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mempererat hubungan bilateral dengan Pemerintah India di sektor teknologi masa depan. Penguatan kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang mencakup eksplorasi teknologi generasi keenam (6G), komputasi kuantum (quantum computing), serta transformasi ekosistem telekomunikasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Langkah progresif ini merupakan tindak lanjut konkret dari hasil pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin kedua negara menyusul kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India beberapa waktu lalu. Kedua negara berkembang dengan populasi digital masif ini memandang pentingnya kedaulatan teknologi dan kesiapan infrastruktur generasi berikutnya demi menyokong pertumbuhan ekonomi digital global.

Kronologi dan Poin Kesepakatan Bilateral

Proses inisiasi kemitraan strategis ini berlangsung melalui serangkaian dialog bilateral sebelum akhirnya disahkan secara formal oleh Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, bersama jajaran delegasi dari Kementerian Komunikasi India. Tahapan realisasi kerja sama tersebut terangkum dalam agenda berikut:

  1. Inisiasi Pembahasan Bilateral: Kedua delegasi memetakan potensi kolaborasi teknologi tinggi pada forum kerja sama bilateral digital yang menargetkan riset terapan dan standardisasi jaringan.
  2. Penyusunan Kerangka Kerja Sama: Tim teknis merumuskan fokus implementasi yang mencakup transfer pengetahuan, pertukaran tenaga ahli, serta pengembangan modul teknologi 6G dan sistem keamanan kuantum.
  3. Penandatanganan Nota Kesepahaman: Pengesahan kemitraan bilateral untuk mengakselerasi kesiapan ekosistem digital domestik sekaligus memperluas keterlibatan industri lokal di kancah global.
"Kolaborasi ini bukan sekadar adaptasi teknologi baru, melainkan langkah proaktif Indonesia dalam membangun fondasi riset 6G dan teknologi kuantum agar kita tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam rantai pasok teknologi global," tegas perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Fokus Riset 6G dan Akselerasi Komputasi Kuantum

Melalui kemitraan ini, Indonesia dan India akan membentuk Joint Working Group yang bertugas menyusun peta jalan riset teknologi nirkabel masa depan. Fokus utama kesepakatan bilateral ini meliputi sejumlah pilar fundamental:

  • Riset dan Pengembangan 6G: Kolaborasi intensif antara institusi riset dan universitas kedua negara dalam mengeksplorasi spektrum frekuensi terahertz serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam optimasi jaringan.
  • Eksplorasi Komputasi Kuantum: Peningkatan kapabilitas keamanan siber melalui enkripsi berbasis kuantum (quantum cryptography) untuk melindungi infrastruktur informasi vital.
  • Penguatan Talenta Digital: Program pelatihan terpadu dan pertukaran insinyur telekomunikasi guna menutup kesenjangan keahlian teknologi mutakhir di kawasan Asia.

Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi percepatan transformasi digital nasional, sekaligus memperkuat posisi tawar kawasan Asia Pasifik dalam penentuan standar telekomunikasi global di masa mendatang.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat kolaborasi bilateral bersama India melalui penandatanganan MoU riset teknologi telekomunikasi generasi masa depan. Baca laporan selengkapnya di Terdepan.id: [Link Berita]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User