Bisnis

INDIA — Warga Berbondong-Bondong Beli Emas Saat Festival Akshaya Tritiya

Kilau cahaya dari etalase kaca memantul lembut di mata para pembeli yang memadati salah satu ruang pamer perhiasan termewah di kota Chennai, negara bagian

INDIA — Warga Berbondong-Bondong Beli Emas Saat Festival Akshaya Tritiya

Kilau cahaya dari etalase kaca memantul lembut di mata para pembeli yang memadati salah satu ruang pamer perhiasan termewah di kota Chennai, negara bagian Tamil Nadu, India. Di tengah aroma dupa yang menenangkan dan kehangatan ucapan selamat, ribuan jemari dengan teliti memilih kalung, gelang, dan koin emas murni. Suasana riuh namun penuh sukacita ini bukanlah pemandangan biasa, melainkan puncak perayaan Akshaya Tritiya, hari yang diyakini dalam kalender Hindu sebagai momen paling membawa keberuntungan sepanjang tahun untuk investasi dan perolehan harta benda.

Tradisi Suci Penjaga Kemakmuran

Bagi masyarakat India, perayaan Akshaya Tritiya bukan sekadar rutinitas keagamaan biasa. Kata 'Akshaya' dalam bahasa Sanskerta memiliki arti 'tidak pernah berkurang' atau 'abadi'. Oleh karena itu, setiap pembelian barang berharga yang dilakukan pada hari suci ini diyakini akan membawa berkah, keberlanjutan, serta kemakmuran yang tak terputus bagi keluarga pemiliknya.

Emas dipilih sebagai komoditas utama karena posisinya sebagai simbol tertinggi dari kekayaan, kesucian, dan Dewi Lakshmi—dewi kemakmuran dalam tradisi Hindu. Tak heran jika toko-toko perhiasan di penjuru negeri, mulai dari pasar tradisional hingga gerai ritel modern di Chennai, menyaksikan antrean mengular sejak subuh.

"Membeli emas pada hari Akshaya Tritiya bukan sekadar transaksi ekonomi biasa, melainkan wujud doa dan harapan agar keberkahan dalam keluarga terus mengalir tanpa henti sepanjang masa," ujar Ramesh Kumar, seorang pengamat budaya dan analis pasar ritel perhiasan di India selatan.

Lonjakan Permintaan dan Dampak Pasar Global

India saat ini menempati posisi sebagai konsumen emas terbesar kedua di dunia. Perayaan seperti Akshaya Tritiya dan Dhanteras berkontribusi sangat signifikan terhadap konsumsi emas tahunan negara tersebut, di mana puluhan ton emas berpindah tangan hanya dalam hitungan hari. Tren ini secara langsung memicu pergerakan harga emas dunia dan menggenjot aktivitas impor di sektor logam mulia.

Guna memberikan gambaran mengenai besarnya pengaruh festival ini terhadap dinamika ritel perhiasan, berikut adalah estimasi perbandingan aktivitas perdagangan emas pada hari biasa dibandingkan saat perayaan Akshaya Tritiya:

Indikator Ritel Hari Biasa (Rata-rata) Festival Akshaya Tritiya
Kunjungan Ritel Harian 100 - 200 pembeli/toko 1.500 - 3.000 pembeli/toko
Volume Penjualan Standard (100%) Meningkat 300% hingga 500%
Produk Favorit Perhiasan harian Koin emas murni, batangan, & perhiasan pesta

Para pengusaha perhiasan memanfaatkan momentum ini dengan meluncurkan berbagai koleksi eksklusif, memberikan diskon biaya pembuatan (making charges), serta menawarkan skema pemesanan awal (advance booking) guna mengantisipasi lonjakan antrean fisik di lokasi.

Adaptasi Digital di Tengah Tradisi Kuno

Seiring dengan perkembangan teknologi finansial, cara masyarakat India merayakan Akshaya Tritiya juga mengalami transformasi yang menarik. Meskipun perhiasan fisik di toko offline tetap menjadi primadona di pusat-pusat kota seperti Chennai dan Mumbai, transaksi emas digital kini mulai menunjukkan tren pertumbuhan yang pesat di kalangan generasi muda.

Platform investasi digital memungkinkan masyarakat untuk membeli emas murni 24 karat mulai dari nominal yang sangat terjangkau. Fenomena ini membuktikan bahwa tradisi leluhur dapat beradaptasi dengan sangat baik di era modern tanpa kehilangan makna spiritualnya.

Secara keseluruhan, pemandangan sibuk para pembeli yang memegang perhiasan emas di Chennai menjadi bukti nyata betapa eratnya hubungan antara keyakinan spiritual, kebudayaan, dan daya tahan ekonomi masyarakat India. Kilau emas di festival ini tidak hanya menerangi etalase toko, tetapi juga memancarkan optimisme finansial bagi jutaan keluarga yang merayakannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User