JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan di zona merah. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, indeks acuan saham domestik tersebut dibuka melemah ke posisi 6.533,86, mengalami penurunan sekitar 7,52 poin dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya.
Pelemahan pada pembukaan sesi perdagangan ini melanjutkan tren koreksi yang terjadi pada penutupan akhir pekan lalu. Para pelaku pasar modal tampak masih bersikap hati-hati dalam merespons dinamika likuiditas global serta aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor non-residen di pasar reguler.
Kronologi Tekanan Jual dan Gerak Indeks
Koreksi yang dialami IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini tidak lepas dari rentetan tekanan yang terjadi sejak penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Berikut adalah kilas balik pergerakan pasar saham domestik:
- Penutupan Akhir Pekan Terkoreksi: Pada perdagangan Jumat sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebesar 0,73 persen dan tergelincir ke level 6.541,38 setelah mengalami aksi ambil untung di sejumlah sektor unggulan.
- Aksi Jual Bersih Asing yang Masif: Tekanan pelemahan tersebut diperberat oleh aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing yang membukukan nilai transaksi keluar mencapai Rp733 miliar dalam satu hari perdagangan.
- Tekanan pada Saham-Saham Berkapitalisasi Besar: Arus keluar modal asing tercatat paling banyak menyasar saham-saham likuid dan berkapitalisasi pasar jumbo, sehingga menekan bobot IHSG secara signifikan.
- Pembukaan Melemah di Awal Pekan: Memasuki pembukaan pasar hari Senin, IHSG langsung merosot ke level 6.533,86 menyusul kehati-hatian investor di tengah volatilitas nilai tukar rupiah dan sentimen pasar regional.
Sejumlah saham unggulan yang mencatatkan volume penjualan bersih investor asing terbesar antara lain adalah:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
- PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Peluang Rebound Mengikuti Sentimen Wall Street
Meskipun dibuka di teritori negatif, sejumlah analis memproyeksikan IHSG masih memiliki ruang untuk berbalik menguat (technical rebound) sepanjang sesi perdagangan berlangsung. Dorongan optimisme tersebut bersumber dari kinerja positif bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, yang ditutup menguat menjelang penutupan pekan lalu.
“IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini. Hal ini seiring dengan penguatan bursa saham Amerika Serikat,” ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, dalam riset hariannya.
Penguatan indeks-indeks utama di Wall Street diharapkan mampu memberikan katalis positif bagi bursa kawasan Asia, termasuk pasar modal Indonesia. Pelaku pasar domestik kini mencermati sejumlah rilis data makroekonomi domestik dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagai indikator penentu arah tren jangka pendek IHSG.
Comments (0)