Pesan berantai yang menyertakan tautan pendaftaran pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) lewat ponsel kembali viral di media sosial dan aplikasi perpesanan. Dalam sepekan terakhir, warganet dihebohkan dengan narasi yang mengklaim bahwa pemerintah membuka jalur khusus pencairan BLT senilai Rp600.000 untuk setiap warga melalui situs daring yang dapat diakses langsung dari ponsel. Klaim ini ramai diperbincangkan di grup WhatsApp, status Facebook, hingga komentar di unggahan Tiktok, terutama menjelang penghujung triwulan ketiga yang biasanya menjadi periode penyaluran bantuan sosial berskala nasional.
Kronologi Munculnya Pesan Palsu
Tim Cek Fakta Terdepan.id menemukan setidaknya tiga varian pesan yang beredar sejak awal pekan. Pesan pertama menyebutkan bahwa Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik membuka pendaftaran BLT tahap kelima yang dapat diakses melalui link blt-pencairan2025.xyz. Varian kedua menyertakan tautan serupa dengan embel-embel nama Menko Perekonomian dan klaim bahwa pendaftaran hanya dibuka selama 24 jam. Varian ketiga, yang paling berbahaya, meminta calon korban mengisi data lengkap KTP sekaligus nomor kartu ATM pada halaman palsu yang dibuat menyerupai laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Penelusuran Terdepan.id mengonfirmasi bahwa baik kementerian yang disebutkan maupun BPS tidak pernah mengeluarkan tautan pendaftaran daring semacam itu. Juru bicara Kementerian Sosial dalam keterangan tertulisnya, Rabu, menegaskan bahwa seluruh mekanisme penerimaan bantuan tunai hanya didasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diusulkan oleh pemerintah daerah melalui musyawarah desa atau kelurahan, bukan melalui pendaftaran mandiri lewat link sembarangan.
“Kami tidak pernah menyebarluaskan link pendaftaran BLT lewat SMS, WhatsApp, atau media sosial. Data penerima berasal dari DTKS yang sudah diverifikasi berjenjang. Masyarakat harap tidak mudah percaya informasi sepihak dan segera melapor jika menemukan link mencurigakan,” tegas juru bicara Kemensos.
Ciri-Ciri Tautan Hoaks Pendaftaran BLT
Agar publik tidak terjebak, Tim Cek Fakta merangkum sejumlah karakteristik tautan palsu yang perlu diwaspadai:
- Domain tidak resmi: Situs pemerintah selalu menggunakan domain .go.id. Tautan seperti .xyz, .com, .info, atau .click patut dicurigai sebagai domain buatan pihak tidak bertanggung jawab.
- Desakan waktu: Pesan hoaks kerap memberi batas waktu pendaftaran singkat—seperti 24 atau 48 jam—untuk memicu kepanikan.
- Permintaan data sensitif: Laman palsu biasanya meminta nomor kartu ATM, kode OTP, atau PIN yang tidak pernah diminta oleh lembaga resmi penyalur bansos.
- Tidak dapat diakses melalui mesin pencari: Tautan hoaks tidak muncul di hasil pencarian Google atau portal berita kredibel; penyebarannya murni lewat jaringan chat pribadi.
Tanggapan Pemerintah dan Aparat Keamanan
Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir beberapa domain yang dilaporkan dan terus memantau kemunculan domain baru. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika menyatakan bahwa modus penipuan digital semacam ini sudah masuk kategori pencurian data pribadi yang dapat dikenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Sementara itu, Badan Reserse Kriminal Polri membuka laporan daring bagi korban yang terlanjur mengisi data pribadi pada laman mencurigakan, agar dapat segera melacak aliran data serta mencegah penyalahgunaan oleh pihak ketiga.
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim mencatat sedikitnya 2.300 laporan terkait penipuan pendaftaran bansos sepanjang semester lalu, dengan modus yang terus berganti mengikuti tajuk bantuan yang sedang hangat dibicarakan publik. Oleh karena itu, selain menindak pelaku, aparat juga mengintensifkan literasi digital lewat kanal resmi seperti aduannomor.id dan portal Siberkreasi.
Masyarakat diimbau untuk hanya memanfaatkan kanal informasi resmi, yaitu cekbansos.kemensos.go.id yang hanya bersifat melacak status penerima manfaat, bukan mendaftarkan diri sebagai calon penerima BLT. Penting diingat bahwa semua bantuan sosial pemerintah, baik BLT BBM, BPNT, maupun PKH, disalurkan berdasarkan data yang sudah ada tanpa memerlukan klik tautan pendaftaran apa pun.
[SOCIAL_TWEET]: Hati-hati! Beredar link pendaftaran BLT lewat WhatsApp dan media sosial. Pemerintah tidak pernah membuka jalur pendaftaran daring sembarangan. Cek faktanya di sini 👇 #CekFakta #HoaksBLT #Bansos[SOCIAL_TG]: 🔴 WASPADA! Link pendaftaran BLT yang beredar adalah hoaks. Jangan klik, jangan isi data pribadi. ✅ Hanya cekbansos.kemensos.go.id situs resmi pengecekan bansos.
Comments (0)