Bisnis

CIANJUR — Hoaks Video Erupsi Gunung Gede Resahkan Warga

Keheningan kawasan lereng Gunung Gede-Pangrango yang melingkupi wilayah Cianjur, Sukabumi, dan Bogor mendadak terusik oleh kepanikan digital. Sebuah video

CIANJUR — Hoaks Video Erupsi Gunung Gede Resahkan Warga

Keheningan kawasan lereng Gunung Gede-Pangrango yang melingkupi wilayah Cianjur, Sukabumi, dan Bogor mendadak terusik oleh kepanikan digital. Sebuah video berdurasi singkat yang menampilkan semburan abu vulkanik membumbung tinggi dengan latar asap pekat secara masif menyebar di berbagai platform media sosial pada 2 April 2025. Narasi yang menyertainya mengklaim secara sepihak bahwa rekaman tersebut merupakan detik-detik terjadinya erupsi dahsyat Gunung Gede pada hari yang sama.

Kepanikan tak terhindarkan. Ribuan komentar dipenuhi rasa cemas warga yang bermukim di zona bahaya vulkanik, sementara pesatnya distribusi pesan berantai di grup WhatsApp semakin memperkeruh suasana. Namun, benarkah gunung api setinggi 2.958 meter di atas permukaan laut tersebut mengalami erupsi aktif pada awal April ini? Penelusuran mendalam tim redaksi mengonfirmasi bahwa klaim dalam video viral tersebut adalah murni hoaks dan disinformasi terencana.

Penelusuran Digital Forensik dan Fakta Sebenarnya

Tim pemeriksa fakta melakukan verifikasi digital terhadap klip video yang meresahkan masyarakat tersebut. Dengan menggunakan metode reverse image search dan pencocokan data metadata visual, terungkap bahwa potongan video yang beredar bukanlah rekaman Gunung Gede. Visual tersebut merupakan kompilasi dari dokumentasi lama erupsi gunung api lain di luar Jawa Barat yang sengaja disunting ulang serta diberi teks manipulatif demi memancing respons emosional publik dan clickbait.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Gede yang berlokasi di Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, menegaskan bahwa tidak ada aktivitas vulkanik abnormal yang tercatat pada instrumen seismograf sepanjang hari Rabu tersebut. Kondisi visual dan kegempaan gunung terpantau dalam batas aman tanpa ada tanda-tanda peningkatan aktivitas freatik maupun magmatik.

Respons Resmi Otoritas dan Status Kebencanaan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) langsung mengeluarkan klarifikasi resmi untuk menenangkan masyarakat. Otoritas menyatakan bahwa hingga saat ini Gunung Gede tetap berada pada Status Level I (Normal).

Pihak berwenang menyayangkan aksi oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu bencana demi popularitas di media sosial tanpa memedulikan dampak psikologis terhadap warga lokal.

"Kami mengonfirmasi bahwa narasi video yang beredar mengenai erupsi Gunung Gede pada 2 April 2025 adalah tidak benar atau hoaks. Hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan Gunung Gede dalam keadaan aman pada Level I Normal. Kami meminta publik untuk tidak menyebarkan ulang konten menyesatkan tersebut demi menjaga kondusivitas masyarakat," tegas perwakilan tim tanggap darurat PVMBG dalam keterangannya.

Untuk memberikan gambaran jelas mengenai perbedaan antara klaim palsu dan kondisi lapangan yang sebenarnya, berikut adalah tabel perbandingan fakta:

Parameter Klaim Video Viral Fakta Pemantauan Resmi (PVMBG)
Status Gunung Erupsi Aktif / Erupsi Besar Level I (Normal)
Kondisi Visual Semburan abu pekat membumbung tinggi Cerah hingga berawan, tidak ada kolom abu
Aktivitas Seismik Diklaim gempa tremor hebat Kegempaan dalam batas aman/statis
Autentisitas Rekaman Disebut terjadi 2 April 2025 Video lama dari lokasi berbeda (Disinformasi)

Dampak Infodemi dan Imbauan Literasi Digital

Penyebaran informasi palsu terkait bencana alam—atau yang kerap disebut infodemic—memiliki dampak serius di lapangan. Selain merugikan sektor pariwisata di sekitar kawasan Cibodas dan Selabintana yang mengandalkan kunjungan wisatawan, berita bohong seperti ini berpotensi memicu kepanikan massal yang membahayakan jika terjadi simulasi atau evakuasi sesungguhnya di masa depan.

Para ahli mitigasi bencana mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya ke jejaring sosial. Dalam menghadapi potensi ancaman vulkanik, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan langkah-langkah verifikasi mandiri:

  • Periksa Sumber Resmi: Selalu silangkan informasi dengan kanal resmi seperti aplikasi MAGMA Indonesia, situs PVMBG, atau akun media sosial BMKG.
  • Cermati Kualitas Visual: Jangan mudah percaya pada video dengan kualitas buram, tanpa indikator waktu yang jelas, atau menggunakan audio yang dramatis.
  • Laporkan Konten Disinformasi: Gunakan fitur aduan pada platform media sosial jika menemukan konten hoaks seputar bencana alam.

Dengan mengedepankan sikap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi sensational, masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari benteng pertahanan melawan peredaran hoaks. Gunung Gede hingga saat ini berdiri megah dalam kondisi tenang, dan aktivitas warga di sekitarnya tetap berlangsung secara normal tanpa ada ancaman bahaya vulkanik.

Beredar video viral yang memperlihatkan erupsi Gunung Gede di Jawa Barat. Namun, PVMBG memastikan kondisi Gunung Gede saat ini aman dan berada pada Level I (Normal). Baca analisis selengkapnya di Terdepan.id: [LINK]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User