Bisnis

Cek Fakta: Video Menhan Sjafrie Buka Pendaftaran Dana Pensiun 2026

Jakarta, Terdepan.id – Beredar luas di platform media sosial sebuah video yang menampilkan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin tengah menyampai

Cek Fakta: Video Menhan Sjafrie Buka Pendaftaran Dana Pensiun 2026

Jakarta, Terdepan.id – Beredar luas di platform media sosial sebuah video yang menampilkan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin tengah menyampaikan pengumuman resmi terkait pembukaan pendaftaran program dana pensiun tahun 2026. Dalam video yang ramai dibagikan melalui grup WhatsApp dan Facebook tersebut, sang menteri tampak meyakinkan publik untuk segera mendaftar demi mendapatkan manfaat pensiun lebih awal. Setelah ditelusuri secara mendalam oleh tim redaksi, video tersebut merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (deepfake) dan kontennya adalah hoaks.

Kronologi Temuan: Janji Manis Berbalut Deepfake

Video yang berdurasi singkat itu menampilkan gestur dan suara Menhan Sjafrie seolah-olah sedang memberikan keterangan pers di depan logo Kementerian Pertahanan. Narasi dalam video tersebut menyebutkan adanya kerjasama antara pemerintah dengan lembaga keuangan tertentu. Publik diminta untuk mengisi data pribadi melalui tautan mencurigakan dengan iming-iming dana pensiun hingga puluhan juta rupiah. Berikut kronologi penelusuran fakta yang dilakukan:

  1. Deteksi Visual: Tim menemukan ketidaksinkronan antara gerakan bibir dan audio. Terdapat distorsi pada area wajah, khususnya di sekitar mata dan rahang, yang merupakan ciri khas umum pada konten hasil rekayasa AI generatif.
  2. Cek Lembaga Resmi: Kementerian Pertahanan melalui akun resmi media sosialnya tidak pernah merilis informasi mengenai pendaftaran dana pensiun. Program pensiun untuk aparatur negara memiliki mekanisme resmi tersendiri melalui PT Taspen dan tidak dilakukan secara massal di media sosial.
  3. Analisis Tautan: Tautan yang disertakan dalam unggahan tersebut mengarah ke domain tidak resmi dan tidak berekstensi .go.id, yang mengonfirmasi bahwa situs tersebut adalah situs phishing untuk mencuri identitas korban.

Penipuan Digital: Modus Pencurian Data Pribadi

Fenomena deepfake yang menyasar figur publik untuk penipuan finansial semakin marak terjadi di Indonesia. Dalam kasus ini, pelaku memanfaatkan citra pejabat tinggi negara untuk membangun legitimasi. Pengamat keamanan siber menilai bahwa metode ini jauh lebih berbahaya karena masyarakat awam cenderung percaya pada figur otoritas. “Ini adalah modus social engineering tingkat tinggi. Pelaku tidak hanya menyebar hoaks, tetapi juga membangun infrastruktur digital untuk menampung data korban,” ujar praktisi keamanan digital yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi Terdepan.id.

Perbandingan Fakta vs Video Hoaks
Aspek Klaim Video Hoaks Fakta Resmi
Sumber Informasi Tautan tidak resmi di bio akun palsu Hanya dirilis melalui website resmi Kemhan.go.id dan PT Taspen
Pendaftaran Pendaftaran massal untuk umum Hanya berlaku bagi ASN/TNI sesuai regulasi
Konten Visual Rekayasa AI (deepfake); audio tidak sinkron Konten resmi selalu tayang di YouTube Kemhan RI

Konfirmasi dan Klarifikasi Pihak Berwenang

Pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan bahwa konten video tersebut telah teridentifikasi dalam patroli siber dan masuk dalam kategori konten yang menyesatkan (misleading content). Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan video tersebut dan segera melaporkannya jika menemukannya di platform digital. Hingga berita ini diturunkan, video asli yang dipergunakan oleh pelaku untuk membuat deepfake diduga berasal dari cuplikan konferensi pers Menhan Sjafrie pada awal tahun 2025 yang telah diedit seolah membahas topik pensiun.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi informasi dengan prinsip cek dan ricek sebelum mempercayai atau membagikan sebuah konten. Pastikan setiap kebijakan pemerintah selalu diumumkan melalui kanal komunikasi resmi, bukan melalui akun pribadi mencurigakan yang meminta data sensitif. Jangan sampai niat mendapatkan bantuan dana pensiun justru berujung pada pengurasan saldo rekening oleh pihak tidak bertanggung jawab.

[SOCIAL_TWEET]: Waspada! Beredar video deepfake Menhan Sjafrie Sjamsoeddin soal pendaftaran dana pensiun 2026. Jangan klik tautannya dan segera cek kebenaran info di kanal resmi Kemhan. #CekFakta #AntiHoaks #Deepfake[SOCIAL_TG]: 🚨 PERINGATAN HOAKS! 🚨 Video Menhan Sjafrie soal dana pensiun 2026 adalah hasil AI deepfake. Jangan bagikan, jangan isi data pribadi! 🛑

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User