Di tengah tingginya animo masyarakat untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN), beredar sebuah tautan mengatasnamakan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2026. Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan bahwa tautan tersebut beredar luas di platform percakapan WhatsApp dan media sosial Facebook. Setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.
Modus Link Palsu Berkedok Lowongan CPNS
Modus penipuan dengan memanfaatkan momentum rekrutmen ASN bukanlah hal baru. Pelaku biasanya menyebarkan pesan berantai yang mengklaim adanya pembukaan pendaftaran CPNS di instansi tertentu, dalam hal ini Kemenhub, lengkap dengan tautan yang mengarah ke situs pendaftaran daring. Pesan tersebut seringkali menyertakan narasi yang meyakinkan, seperti "Pendaftaran CPNS Kemenhub 2026 sudah dibuka, segera daftar sebelum terlambat" atau "Kuota terbatas, hanya untuk 1.000 orang pertama".
Setelah tautan diklik, korban akan diarahkan ke laman yang menyerupai situs resmi pemerintah, lengkap dengan logo Kemenhub dan lambang negara. Di sana, korban diminta mengisi data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), nama ibu kandung, hingga informasi rekening bank. Dalam sejumlah kasus, pelaku bahkan meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi pendaftaran. Seluruh data yang dikumpulkan kemudian dapat disalahgunakan untuk tindakan penipuan lebih lanjut, seperti pembobolan rekening atau pengajuan pinjaman daring ilegal. Setidaknya pada tahun sebelumnya, modus serupa merugikan ribuan korban dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah, sebagaimana data dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Penelusuran Fakta Liputan6.com
Tim Cek Fakta Liputan6.com melakukan verifikasi terhadap klaim tersebut dengan beberapa langkah. Pertama, memeriksa situs resmi Kemenhub di alamat dephub.go.id dan portal informasi ASN di kemenpan.go.id. Tidak ditemukan satu pun pengumuman resmi mengenai rekrutmen CPNS Kementerian Perhubungan tahun 2026. Kedua, tautan yang beredar memiliki domain mencurigakan yang sama sekali tidak menginduk ke domain resmi pemerintah .go.id, melainkan menggunakan domain blog generik seperti .blogspot.com atau .xyz.
Selain itu, Liputan6.com mencoba menghubungi Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub. Meskipun belum ada pernyataan resmi yang dirilis, praktik rekrutmen ASN selalu terpusat melalui sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN) di portal sscasn.bkn.go.id. Setiap instansi pemerintah dilarang melakukan rekrutmen di luar sistem tersebut. Oleh karena itu, segala bentuk tautan pendaftaran yang tidak mengarah ke SSCASN patut dicurigai sebagai penipuan.
"Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengakses tautan yang mengatasnamakan pendaftaran CPNS. Pastikan informasi hanya melalui kanal resmi pemerintah," ujar juru bicara Kemenhub dalam wawancara singkat dengan Liputan6.com, Rabu (16/7/2025).
Ciri-Ciri Tautan Pendaftaran CPNS Palsu
Agar terhindar dari penipuan serupa, penting bagi masyarakat mengenali ciri-ciri tautan pendaftaran CPNS palsu, antara lain:
- Domain tidak resmi: Tautan tidak berakhiran .go.id atau tidak berasal dari subdomain resmi instansi terkait.
- Permintaan data sensitif: Formulir pendaftaran meminta data seperti nama ibu kandung, kode keamanan kartu ATM, atau PIN rekening.
- Biaya pendaftaran: Rekrutmen CPNS resmi tidak dipungut biaya apapun selain dari yang tertera di portal SSCASN (jika ada).
- Sebaran tidak resmi: Informasi hanya disebarkan melalui grup WhatsApp pribadi dan akun media sosial yang tidak terverifikasi.
Dampak Jika Data Pribadi Bocor
Data pribadi yang berhasil dikumpulkan oleh pelaku kejahatan siber dapat menimbulkan sejumlah dampak serius. Mulai dari pencurian identitas untuk mengajukan pinjaman daring (pinjol) ilegal hingga pembobolan rekening bank. Selain itu, data kependudukan juga bisa diperjualbelikan di pasar gelap digital (dark web) untuk berbagai kegiatan ilegal. Oleh karena itu, sekali data sudah bocor, sulit untuk menariknya kembali dan korban akan menghadapi risiko kerugian finansial dan hukum di kemudian hari.
Imbauan untuk Masyarakat
Liputan6.com melalui kanal Cek Fakta mengimbau masyarakat untuk:
- Selalu memeriksa kebenaran sebuah informasi melalui situs resmi pemerintah atau kanal berita tepercaya.
- Tidak asal membagikan tautan yang belum jelas sumbernya, terutama yang berisi ajakan untuk mengisi data pribadi.
- Segera melapor ke pihak berwajib atau melalui aduankonten.id jika menemukan konten penipuan di media sosial.
- Mengedukasi keluarga dan kerabat yang rentan terhadap modus penipuan berbasis rekrutmen ASN.
Hingga berita ini ditulis, Kemenhub maupun BKN belum mengeluarkan jadwal resmi rekrutmen CPNS 2026, sehingga segala klaim pendaftaran yang beredar dapat dipastikan tidak benar.
[SOCIAL_TWEET]: Beredar link pendaftaran CPNS Kemenhub 2026? Hati-hati, itu palsu! Tim Cek Fakta Liputan6.com memastikan tidak ada rekrutmen resmi. Jangan berikan data pribadi Anda di laman mencurigakan. Pastikan info hanya dari sscasn.bkn.go.id. #CekFakta #CPNS2026 #HoaksLowongan[SOCIAL_TG]: ๐ *Cek Fakta!* Beredar link pendaftaran CPNS Kemenhub 2026 di WhatsApp? Itu hoaks. Tidak ada rekrutmen resmi saat ini. Hanya di sscasn.bkn.go.id. Jaga data pribadi Anda!
Comments (0)