Bisnis

Bulog Pastikan Stok Beras Aman Tanpa Impor Menjelang Akhir Tahun

JAKARTA — Perum Bulog memastikan ketersediaan pasokan beras nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali hingga penghujung tahun. Kepastian ini ditega

Bulog Pastikan Stok Beras Aman Tanpa Impor Menjelang Akhir Tahun

JAKARTA — Perum Bulog memastikan ketersediaan pasokan beras nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali hingga penghujung tahun. Kepastian ini ditegaskan langsung seiring dengan intensitas aktivitas bongkar muat komoditas pangan pokok yang terus berjalan optimal di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sepanjang tahun ini sepenuhnya mengandalkan produksi petani domestik tanpa memerlukan keran impor dari luar negeri.

"Stok beras tahun ini dipastikan aman. Kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah terpenuhi dari hasil serapan gabah dan beras dalam negeri, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan impor beras untuk kebutuhan cadangan," ujar Budi Waseso.

Aktivitas Distribusi dan Kesiapan Gudang Logistik

Peningkatan kesiapsiagaan rantai pasok terlihat nyata di berbagai fasilitas penyimpanan milik Bulog. Pada Rabu, 29 Desember 2021, para pekerja di Gudang Bulog Kelapa Gading terpantau terus melakukan penataan serta bongkar muat ratusan karung beras demi menjaga kelancaran distribusi ke berbagai wilayah konsumen di ibu kota dan sekitarnya.

Langkah taktis ini menjadi bagian dari strategi mitigasi fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi pada momentum pergantian tahun. Manajemen logistik modern diterapkan guna memastikan kualitas beras tetap terjaga prima selama masa penyimpanan.

Kronologi Kebijakan Pengelolaan Stok Beras 2021

Kondisi surplus cadangan beras nasional pada akhir tahun 2021 tidak lepas dari serangkaian langkah strategis yang dijalankan Bulog sepanjang tahun. Berikut adalah tahapan penting pengelolaan cadangan pangan nasional:

  1. Optimalisasi Serapan Panen Raya (Maret – Mei 2021): Bulog mengoptimalkan penyerapan gabah kering panen langsung dari tingkat petani lokal untuk mengisi kapasitas gudang di seluruh Indonesia.
  2. Operasi Pasar dan KPSH (Juni – September 2021): Penyaluran program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) digencarkan secara masif untuk meredam potensi lonjakan harga di pasar tradisional.
  3. Verifikasi Ketahanan Stok Nasional (Oktober – Desember 2021): Evaluasi menyeluruh membuktikan cadangan CBP mencukupi kebutuhan hingga memasuki musim panen berikutnya, memastikan kebijakan nol impor beras umum berhasil dicapai.

Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Bulog terus berkoordinasi secara ketat dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta pemerintah daerah guna memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami defisit pasokan. Pendistribusian antarwilayah dilakukan untuk menyeimbangkan stok antar-provinsi.

Adapun pilar utama yang menjadi fokus Perum Bulog dalam mengawal stabilitas pangan nasional meliputi:

  • Stabilitas Harga: Mencegah spekulasi harga beras medium dan premium di tingkat pedagang eceran.
  • Kesejahteraan Petani: Menjaga harga pembelian pemerintah (HPP) di tingkat produsen agar petani tetap mendapatkan margin yang layak.
  • Pemberdayaan Logistik Daerah: Mempercepat mobilisasi stok dari sentra produksi padi menuju daerah-daerah kepulauan dan konsumen padat.

Dengan ketahanan stok yang solid, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan beras di pasaran. Bulog berkomitmen menjaga pasokan tetap merata hingga masa panen awal tahun depan tiba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User