Bencana banjir bandang melanda kawasan timur India, tepatnya di sekitar wilayah Malda, Negara Bagian Benggala Barat. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Kamis lalu memicu luapan signifikan dari Sungai Gangga, menenggelamkan puluhan permukiman, dan mengakibatkan sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Kondisi darurat kini diberlakukan di berbagai titik rawan setelah ketinggian air Sungai Gangga tercatat melambung hingga 75 sentimeter di atas level bahaya ekstrem. Otoritas penanggulangan bencana setempat bergerak cepat melakukan evakuasi massal guna mencegah pertambahan korban jiwa di tengah derasnya arus air yang masih menggenangi kawasan permukiman.
Kronologi Luapan dan Kerusakan Wilayah
Dampak terparah akibat bencana hidrometeorologi ini terkonsentrasi di kawasan Bhutni dan sekitarnya. Erosi tanggul dan perubahan arus sungai memperburuk situasi di lapangan secara drastis dalam kurun waktu singkat.
- Kamis Pagi: Curah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu, menyebabkan debit air Sungai Gangga melonjak tajam dan melampaui ambang batas normal.
- Jumat Dini Hari: Erosi parah dilaporkan melanda wilayah Khaskol, mengakibatkan gangguan fatal pada aliran sungai alami dan mengalihkan debit air bertekanan tinggi langsung menuju kawasan Bhutni.
- Jumat Siang hingga Sore: Luapan air mulai menenggelamkan puluhan desa di Malda, merusak infrastruktur jalan, dan mengisolasi ribuan warga di pulau-pulau delta sungai.
- Sabtu: Otoritas tanggap darurat meluncurkan operasi penyelamatan berskala besar menyusul laporan jatuhnya tiga korban jiwa dan kerusakan tanggul penahan air.
Kerusakan Tanggul di East Basudevpur
Salah satu insiden paling krusial terjadi di kawasan East Basudevpur, di mana tanggul pengaman setinggi 6 meter (20 kaki) jebol akibat tidak mampu menahan tekanan volume air yang sangat besar. Runtuhnya struktur ini mengakibatkan penyempitan saluran air secara dramatis dari lebar semula 550 kaki menjadi kurang dari 150 kaki.
"Kondisi tanggul yang jebol di East Basudevpur memerlukan perbaikan darurat segera. Tanpa penanganan teknis dalam hitungan jam, potensi banjir susulan dengan skala yang lebih luas dapat menenggelamkan desa-desa di hilir yang saat ini belum terdampak," ungkap pejabat tanggap darurat setempat.
Penyempitan saluran tersebut memicu efek leher botol (bottleneck), sehingga air tertahan dan meluap ke daratan di sekitarnya dengan arus yang sangat deras.
Operasi Penyelamatan dan Data Terdampak
Guna mengatasi keterisolasian warga, pemerintah daerah bersama tim penyelamat telah mengerahkan lebih dari 100 perahu evakuasi. Armada perahu tersebut ditugaskan menyisir desa-desa yang terendam air hingga atap rumah untuk membawa warga lansia, wanita, dan anak-anak ke tempat penampungan sementara.
- Korban Jiwa: 3 orang terkonfirmasi meninggal dunia.
- Wilayah Terdampak Utama: Kota Malda, kawasan Bhutni, Khaskol, dan East Basudevpur.
- Infrastruktur Rusak: Tanggul penahan air sepanjang 6 meter runtuh total.
- Armada Evakuasi: Lebih dari 100 unit perahu penyelamat beroperasi aktif.
- Status Sungai Gangga: 75 cm melampaui batas bahaya ekstrem.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan pengiriman bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, serta obat-obatan terus diintensifkan, sembari menanti penurunan debit air dan perbaikan tanggul yang rusak.
Hujan deras memicu luapan ekstrem Sungai Gangga hingga 75 cm di atas level bahaya. Sedikitnya 3 orang tewas, tanggul setinggi 6 meter di East Basudevpur jebol, dan lebih dari 100 perahu evakuasi diturunkan untuk menyelamatkan warga di kawasan Malda dan Bhutni. Baca ulasan lengkapnya di Terdepan.id
Comments (0)