Bisnis

BANJARMASIN — Basarnas Siapkan Skenario Alternatif Pencarian Korban KM Virgo

Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin menyusun sejumlah skenario alternatif guna melanjutkan operasi pencarian korban

BANJARMASIN — Basarnas Siapkan Skenario Alternatif Pencarian Korban KM Virgo

Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin menyusun sejumlah skenario alternatif guna melanjutkan operasi pencarian korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8. Langkah taktis ini disiapkan menyusul kendala cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang terus melanda perairan Laut Jawa, sehingga menyulitkan tim penyelam untuk menjangkau titik koordinat bangkai kapal di kedalaman laut.

Operasi penyelamatan yang melibatkan unsur gabungan dari TNI AL, Polairud, relawan, dan instansi maritim setempat kini disesuaikan secara dinamis agar keselamatan personel tetap terjaga tanpa mengurangi efektivitas pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.

Kendala Operasi Penyelaman di Perairan Laut Jawa

Kondisi hidrografi dan meteorologi di perairan Laut Jawa dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mengalami penurunan visibilitas secara signifikan. Arus bawah air yang deras dan tinggi gelombang yang melebihi ambang batas keselamatan membuat operasi penyelaman bawah permukaan (underwater diving) menjadi sangat berisiko bagi tim SAR gabungan.

"Faktor cuaca dan keselamatan tim penyelam menjadi prioritas utama. Apabila cuaca buruk terus berlanjut dan penyelaman tidak memungkinkan, kami langsung mengaktifkan rencana kontinjensi dengan skenario pencarian permukaan dan pemanfaatan perangkat pemantau jarak jauh," jelas otoritas Basarnas di Banjarmasin.

Kronologi dan Rencana Skenario Alternatif Basarnas

Guna memaksimalkan peluang penemuan korban, Basarnas memetakan rencana operasi cadangan ke dalam beberapa tahapan taktis berikut:

  1. Perluasan Radius Pencarian Permukaan: Mengingat pergerakan arus permukaan yang kencang, tim SAR memperluas sektor pencarian (search area) hingga puluhan mil laut dari estimasi titik tenggelamnya kapal dengan mengerahkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) dan Kapal Negara (KN) milik Basarnas.
  2. Pemanfaatan Teknologi Sonar dan Robotik: Penggunaan underwater search device seperti Side Scan Sonar dan Remotely Operated Vehicle (ROV) dioptimalkan untuk memetakan objek di dasar laut tanpa harus langsung membahayakan penyelam di kedalaman ekstrem.
  3. Penyisiran Jalur Udara (Air Surveillance): Berkoordinasi dengan otoritas penerbangan militer dan sipil untuk melakukan patroli udara guna mendeteksi keberadaan serpihan, tumpahan bahan bakar, atau tanda-tanda korban di atas permukaan laut.
  4. Penerbitan E-Nav Broadcast / Navtex: Menyiarkan maklumat pelayaran kepada seluruh kapal niaga, kapal nelayan, dan kapal penumpang yang melintasi koridor Laut Jawa agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda korban maupun material kapal.

Penguatan Koordinasi Lintas Instansi Maritim

Pihak Basarnas menegaskan bahwa seluruh unsur potensi SAR di wilayah Kalimantan Selatan dan Jawa Timur tetap disiagakan secara penuh selama masa tanggap darurat operasi berlangsung. Posko terpadu terus memperbarui data cuaca bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menentukan waktu optimal (weather window) untuk kembali melancarkan operasi penyelaman fisik.

Pihak keluarga korban juga telah diberikan pendampingan informasi berkala di posko SAR terkait perkembangan situasi cuaca serta tahapan skenario alternatif yang sedang dijalankan oleh petugas di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User