Teknologi

Bali United Dijatuhi Denda Rp60 Juta Akibat Ulah Suporter Nyalakan Petasan

Klub sepak bola Bali United resmi dijatuhi sanksi denda administratif sebesar Rp60 juta menyusul tindakan indisipliner oknum suporter di dalam stadion. Huk

Bali United Dijatuhi Denda Rp60 Juta Akibat Ulah Suporter Nyalakan Petasan

Klub sepak bola Bali United resmi dijatuhi sanksi denda administratif sebesar Rp60 juta menyusul tindakan indisipliner oknum suporter di dalam stadion. Hukuman tersebut diberikan akibat adanya penyalaan satu buah petasan di tribun penonton saat tim berjuluk Serdadu Tridatu melakoni laga kandang kontra PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Insiden pembakaran petasan tersebut terjadi di tengah tingginya antusiasme penonton yang memadati stadion. Kendati atmosfer laga mendapat pujian luas, pelanggaran terhadap regulasi keselamatan pertandingan tetap berkonsekuensi sanksi tegas dari pihak otoritas kompetisi.

Kronologi Pelanggaran di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Pertandingan pembuka antara Bali United melawan PSS Sleman sejatinya berlangsung semarak dengan dukungan masif dari tribun penonton. Namun, insiden pelanggaran regulasi keamanan mencederai jalannya laga menjelang menit-menit akhir babak kedua.

  1. Awal Pertandingan: Sebanyak 16.000 penonton memadati Stadion Kapten I Wayan Dipta, mencatatkan salah satu rekor kehadiran penonton terbanyak bagi Bali United dalam beberapa tahun terakhir.
  2. Menit ke-82: Oknum suporter di area tribun menyalakan satu buah petasan, yang memicu kepulan asap dan melanggar kode disiplin keselamatan stadion.
  3. Pasca-Pertandingan: Otoritas disiplin kompetisi memproses laporan pengawas pertandingan dan resmi menjatuhkan denda sebesar Rp60 juta kepada manajemen Bali United.

Apresiasi Sekaligus Peringatan Tegas Johnny Jansen

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, memberikan pandangannya terkait sanksi dan atmosfer laga. Pelatih berkebangsaan Belanda berusia 51 tahun tersebut mengapresiasi tinggi energi luar biasa yang dihadirkan para pendukung, namun ia mengingatkan pentingnya mematuhi batas-batas aturan demi kebaikan bersama.

“Saya pikir para suporter melakukan hal yang sangat baik pada pertandingan terakhir. Atmosfernya luar biasa. Tetapi tetap ada aturan. Jika berkaitan dengan kembang api atau hal semacam itu, ada aturan yang harus dipatuhi,” ujar Johnny Jansen dalam sesi konferensi pers, Jumat (11/9).

Jansen menegaskan bahwa benda-benda terlarang seperti suar (flare), petasan, maupun kembang api tidak boleh masuk ke dalam area stadion karena berpotensi membahayakan keselamatan pemain, perangkat pertandingan, dan sesama penonton.

“Jika kita melemparkannya ke lapangan atau ke tempat lain, itu tidak diperbolehkan. Jadi, kita tidak boleh melakukan hal tersebut. Dalam hal atmosfer dan hubungan yang kami miliki antara tim dan suporter, semuanya sangat bagus. Hanya saja, ada aturan,” tambahnya.

Fokus Menatap Laga Kontra Isen Mulang Kalteng FC

Manajemen dan tim pelatih berharap denda ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen pendukung. Jansen meminta suporter tetap menjaga fanatisme positif saat Bali United kembali berlaga di kandang menjamu Isen Mulang Kalteng FC pada Sabtu (12/9) pukul 20.00 WITA.

Dukungan penuh dari 16.000 pasang mata di Stadion Dipta diakui menjadi motivasi krusial bagi para pemain anyar maupun penggawa senior. Pihak klub mengimbau poin-poin keselamatan berikut demi kelancaran laga kandang berikutnya:

  • Kepatuhan Regulasi: Suporter diimbau tidak membawa petasan, flare, kembang api, atau benda terlarang lainnya ke dalam stadion.
  • Kreativitas Positif: Mengalihkan dukungan melalui nyanyian, koreografi visual, dan yel-yel tanpa melanggar regulasi.
  • Menjaga Finansial Klub: Menghindarkan tim dari ancaman sanksi berulang maupun potensi laga tanpa penonton yang merugikan operasional klub.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User