POLISI New South Wales (NSW), Australia, tengah memburu pelaku pencurian besar-besaran di sektor perikanan setelah sekitar 400.000 ekor oyster Sydney rock muda dilaporkan hilang dari sebuah peternakan kerang di pesisir utara-tengah negara bagian tersebut. Nilai kerugian diperkirakan mencapai A$350.000 atau sekitar Rp3,7 miliar.
Kasus ini dijuluki media lokal sebagai aksi "seafood swindler" — penipuan seafood yang terjadi tanpa meninggalkan jejak. Peternak dan aparat kepolisian kini berharap informasi dari masyarakat dapat mengungkap misteri hilangnya ribuan kantong bibit kerang bernilai raksasa itu.
Lokasi Kejadian di Scotts Creek, Oxley Island
Berdasarkan keterangan resmi polisi NSW, pencurian itu terjadi di sebuah peternakan oyster yang beroperasi di kawasan Scotts Creek, Oxley Island, wilayah pesisir mid-north coast New South Wales. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra budidaya oyster Sydney rock, spesies kerang asli Australia yang sangat dijaga mutunya.
Oyster yang dicuri adalah bibit juvenile alias oyster muda, yakni kerang yang masih dalam masa pembesaran sebelum siap dipanen. Sebanyak kira-kira 320 kantong (bags) bibit oyster dilaporkan raib dari lokasi.
Polisi menyatakan pencurian tersebut terjadi awal tahun ini. Meski demikian, pengumuman publik baru dilakukan pada Rabu waktu setempat, 26 Agustus 2026, ketika penyidik meminta bantuan warga untuk melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di perairan sungai sekitar peternakan.
"Kami menduga sekitar 320 kantong oyster muda dengan nilai estimasi A$350.000 diambil dari sebuah peternakan oyster di Scotts Creek, Oxley Island," ujar juru bicara polisi NSW dalam keterangan resmi.
Kronologi Pencurian Bibit Oyster Senilai A$350.000
Dari rangkaian informasi yang dirilis pihak kepolisian dan laporan media Australia, urutan kejadian kasus ini dapat disusun sebagai berikut:
- Awal 2026 — Pelaku diduga melakukan aksinya dengan mengambil sekitar 400.000 ekor oyster juvenile dari rak-rak budidaya milik peternakan di Scotts Creek, Oxley Island, tanpa diketahui petugas maupun pemilik kebun.
- Setelah penemuan — Pemilik peternakan menyadari sejumlah kantong bibit kerangnya hilang dan kemudian melapor ke kepolisian setempat.
- Penyelidikan dimulai — Polisi NSW membuka penyelidikan dan menaksir total kerugian mencapai A$350.000 untuk 320 kantong oyster muda tersebut.
- Rabu, 26 Agustus 2026 — Kepolisian secara resmi mempublikasikan kasus ini ke masyarakat luas dan meminta saksi untuk segera melapor.
Mengapa Pencurian Oyster Jadi Masalah Serius
Industri tiram (oyster) merupakan salah satu tulang punggung ekonomi perikanan budidaya di New South Wales. Oyster Sydney rock bahkan sering disebut sebagai "permata kuliner" pantai timur Australia karena teksturnya yang lembut dan harganya premium di pasar domestik maupun internasional.
Hilangnya ratusan ribu bibit bukan sekadar kerugian finansial bagi satu peternak. Bibit juvenile membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk tumbuh sampai ukuran panen. Kehilangan satu generasi bibit berarti peternakan harus memulai siklus produksi dari awal, yang berdampak pada pasokan panen di masa depan.
Selain itu, para ahli industri menilai aksi seperti ini sulit dilakukan oleh orang awam. Mengangkut 320 kantong bibit kerang membutuhkan perahu, kendaraan angkut berkapasitas besar, serta pengetahuan tentang cara menjaga kelangsungan hidup oyster di luar air. Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa pelaku memahami seluk-beluk industri budidaya kerang.
- 400.000 ekor oyster Sydney rock juvenile dilaporkan dicuri.
- 320 kantong bibit kerang raib dari rak budidaya di Scotts Creek.
- A$350.000 (± Rp3,7 miliar) menjadi estimasi nilai kerugian.
- Pencurian terjadi di Oxley Island, mid-north coast NSW, pada awal 2026.
Polisi Buru Pelaku, Warga Diminta Melapor
Kepolisian NSW kini aktif menyisir kawasan perairan sungai di sekitar Oxley Island. Penyidik menduga pelaku bergerak menggunakan jalur air mengingat lokasi peternakan yang berada di tengah aliran sungai Scotts Creek.
Warga yang memiliki informasi, rekaman CCTV, atau pernah melihat aktivitas pemuatan kantong-kantong kerang yang mencurigakan di area tersebut diminta segera menghubungi polisi. Aparat juga membuka saluran pelaporan anonim bagi mereka yang enggan mencantumkan identitas.
Kasus ini menambah deretan pencurian hasil laut bernilai besar yang sempat menggemparkan Australia. Sebelumnya, sejumlah peternakan oyster dan abalon di berbagai wilayah juga pernah menjadi sasaran pencurian terorganisir, sehingga industri budidaya mendorong penguatan pengawasan, termasuk penggunaan kamera pengintai dan sensor di lokasi-lokasi rawan.
Hingga kabar ini diturunkan, belum ada tersangka yang ditetapkan. Polisi masih menyelidiki kemungkinan pelaku lebih dari satu orang serta nasib ratusan ribu oyster muda yang kini menghilang tanpa jejak.
[SOCIAL_TWEET]: 400.000 oyster muda lenyap dari peternakan di NSW Australia! Kerugian ditaksir A$350.000 (±Rp3,7 miliar). Polisi buru "seafood swindler" yang menghilang tanpa jejak. #Australia #Oyster #Pencurian[SOCIAL_TG]: 🔴 400.000 Oyster Muda Hilang Tanpa Jejak di Australia — Polisi NSW mengungkap 320 kantong bibit oyster senilai A$350.000 (±Rp3,7 miliar) dicuri dari peternakan di Scotts Creek, Oxley Island. Pelaku diduga paham seluk-beluk industri kerang. Kronologi lengkap hanya di Terdepan.id!
Comments (0)